Dokter Toto, Ali Akbar atau Masuri Gonjes? Yang Bakal Jadi Ketua PPP Kuningan Berikutnya

KUNINGAN (MASS) – Sabtu (11/4/2026) ini DPC PPP Kuningan akan menggelar Muscab. Dari sekian banyak kader partai ka’bah tersebut, hanya beberapa nama saja yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat. 

Salah satunya Ali Akbar yang kini menjabat bendahara DPC PPP Kuningan. Ia merupakan politisi asal Kuningan Timur yang berhasil duduk kembali di parlemen daerah tersebut dan kini dipercaya menjadi ketua Fraksi PPP-Demokrat di dewan. 

Ali menyatakan keseriusannya untuk maju. Kendati harus melawan incumbent dr Toto Taufikurohman Kosim, dirinya mengaku tidak gentar. “Saya lagi konsolidasi dulu,” ujar Ali yang berhalangan saat dipinta wawancara tatap muka, Jumat (10/4/2026). 

Menurutnya, banyak hal yang perlu diperbaiki di tubuh PPP Kuningan terlepas dari kelebihannya yang mampu mempertahankan raihan 4 kursi. Salah satunya penguatan struktur partai di tingkat PAC hingga ranting. 

“Kalau perolehan kursi, kita akan bekerja sekuat tenaga agar kekosongan kursi di dapil 5 terisi. Dengan begitu, PPP nanti minimal bisa memiliki 5 kursi di DPRD,” tekad Ali Akbar via ponsel. 

Sedangkan dr Toto yang akan bertarung dengan “anak buah” nya itu memilih sikap tenang. Meski secara verbal menyatakan pula serius untuk maju kembali, namun politisi yang pernah nyabup ini enggan bicara banyak. 

Sikap tersebut agak mirip dengan Masuri Gonjes, yang kini menjabat ketua OKK di DPC PPP Kuningan. Dia pun menegaskan keseriusannya. Hanya saja, ia mengeluarkan jawaban diplomatis saat ditanya seberapa kuat melawan incumbent. 

“Semua kandidat punya peluang, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan ikhtiar politik,” kata mantan ketua DPD KNPI Kuningan yang juga pernah menjadi legislator tersebut. 

Disinggung soal kekurangan PPP Kuningan saat ini, Masuri mengungkapkan beberapa poin. Diantaranya, menyangkut sistem kaderisasi yang menurutnya kurang terstruktur dan masif. Selain itu, kurangnya perhatian dan pengelolaan hubungan strategis dengan pondok pesantren, madrasah, kiai, ulama dan kaum sarungan. 

“Selanjutnya, pembinaan dan penguatan struktur di tingkat kecamatan dan ranting secara sistematis. Dan kurangnya program inovatif,” paparnya. 

Untuk itu, Masuri bertekad untuk melakukan perbaikan jika terpilih jadi ketua partai. Ia telah nenetapkan visi ‘Menjadikan PPP Kuningan sebagai rumah besar umat yang modern dan mandiri secara ekonomi’. 

“Dengan misi; Revitalisasi Struktur, Modernisasi Dakwah Politik dan Kemandirian Partai,” tandasnya. 

Keseriusan Masuri lebih ditunjukan dengan menyebut beberapa program unggulan. Setidaknya ada 4 program yang menurutnya selaras dengan kebutuhan partai dan kearifan lokal Kuningan. 

“Antara lain, pertama, Satu Desa Satu Kader Penggerak; konsolidasi akar rumput dan penguasaan teritorial. Kedua, PPP Creative Hub & UMKM; Rebranding partai untuk pemilih muda. Ketiga, Saba Desa & Revitalisasi Madrasah. Dan keempat, Tani-Wisata Mandiri; Pemberdayaan ekonomi sektor unggulan Kuningan (Pertanian & Pariwisata),” bebernya. 

Sementara itu, sebagai mantan ketua DPC PPP Kuningan periode lalu, Drs Momon Suherman meyakini muscab yang akan digelar bakal berlangsung seru. Pasalnya, para kandidat dinilainya sama-sama kuat. 

“Tiga kandidat ini yang saya nilai kuat-kuat. Susah memprediksinya siapa yang bakal menang. Karena imbang,” kata Momon. 

Dari keterangan yang diperoleh kuninganmass.com, Muscab PPP Kuningan hendak digelar di Hotel Jamrud Cirebon, Sabtu-Minggu (11-12/4/2026). Muscab tersebut berbarengan dengan Muscab Kota dan Kabupaten Cirebon sesuai zonasi. 

Dalam muscab, akan dipilih formatur oleh PAC untuk kemudian diserahkan ke DPP. Lantaran PPP Kuningan punya 32 PAC maka jumlah formatur sebanyak 4 orang. (deden)