KUNINGAN (MASS) – Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) cabang Kabupaten Kuningan langsung bergerak cepat usai resmi dilantik. Tak butuh waktu lama, kepengurusan baru ini segera menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) dan Deklarasi Pengurus Cabang sebagai langkah awal memperkenalkan olahraga domino di daerah.
Ketua ORADO Kuningan, dr Agah Nugraha, menjelaskan bahwa ORADO merupakan federasi baru yang terbentuk pada 7 Januari 2026 di Jakarta. Organisasi ini bertujuan mengangkat permainan domino dari sekadar hiburan masyarakat menjadi cabang olahraga resmi.
“ORADO punya hastag Memintarkan Indonesia dan Domino Naik Kelas. Kami ingin mengubah stigma domino menjadi olahraga yang berprestasi dan berintegritas,” ujar dr Agah, Sabtu (4/4/2026).
Di tingkat daerah, ORADO Kuningan telah resmi dilantik pada 30 Maret 2026 di Bandung. Dengan total sekitar 30 pengurus, organisasi ini mulai menyusun langkah strategis untuk pengembangan atlet domino di wilayah Kuningan.
Sebagai gebrakan awal, ORADO Kuningan akan menggelar Kejurcab dan Deklarasi Pengurus Cabang pada Sabtu 18 April 2026 di D’Jons Pool Family N Cofe Kuningan. Pendaftaran dibuka mulai 5-16 April 2026.
“Pendaftaran dibuka mulai besok 5 sampai 16 April, bagi peserta yang ingin mendaftar bisa menghubungi Instagram (@oradokuningan) atau WhatsApp (081214224546),” tuturnya.
Kejurcab tersebut bersifat terbuka untuk umum sebagai tahap pengenalan kepada masyarakat. Ke depan, sistem kompetisi akan dikembangkan berbasis klub.
“Untuk saat ini masih terbuka untuk umum. Nanti ke depan akan ada pembinaan klub di berbagai wilayah di Kuningan,” jelas Agah.
Tak hanya fokus di tingkat lokal, ORADO Kuningan juga menargetkan partisipasi dalam kejuaraan yang lebih tinggi. Seperti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Koordinator Seksi Deklarasi, Toni Thomas Cup menambahkan, deklarasi yang akan berlangsung tidak untuk pengesahan melainkan untuk pengenalan komposisi pengurus Cabang ORADO Kabupaten Kuningan.
“Perlu diketahui oleh temen-temen semua, bahwa kita itu sudah dilantik, pelantikannya terpusat di provinsi, besok deklarasi itu tidak lagi kepada pengesahan tapi lebih ke pengenalan ORADO Kabupaten Kuningan,” ucapnya.
Dari sisi teknis, pertandingan domino di bawah ORADO kini memiliki aturan baku layaknya cabang olahraga lain. Tim teknis, Adrian Suwari Permana, menyebut sejumlah aturan penting yang harus dipatuhi pemain.
“Tidak boleh banting kartu, tidak boleh memberi kode atau berbicara selama pertandingan, dan ada sistem poin yang jelas. Semua ini untuk menjaga sportivitas dan profesionalitas,” jelasnya.
Selain itu, setiap pertandingan akan diawasi oleh wasit untuk memastikan tidak ada pelanggaran. Sanksi pun disiapkan, mulai dari teguran hingga diskualifikasi.
ORADO juga membuka dua kategori peserta, yakni Junior (usia 14-18 tahun) dan Senior (18 tahun ke atas). Hal ini diharapkan mampu menjaring bibit atlet sejak usia muda.
Dengan langkah cepat tersebut, ORADO Kuningan optimistis dapat membawa domino naik kelas menjadi olahraga yang kompetitif dan berprestasi, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berkarier di dunia olahraga. (didin)
















