KUNINGAN (MASS) – Warga Desa Cibinuang, Kecamatan Kuningan, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS). Desa Cibinuang termasuk salah satu dari sembilan desa yang terdampak proyek JLTS.
Kepala Desa Cibinuang, Nani Suryani, menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan di desanya telah rampung sejak awal 2024.
“Pembebasan JLTS di Cibinuang sudah bebas semua, kebetulan ini di masa kepemerintahan dulu Pak Kuwu Karno. Awal 2024 masih ada dua lahan yang belum beres karena miskomunikasi, jadi ada kesalahan pengukuran, tapi sekarang semuanya sudah selesai,” ujar Nani di kantor desa, Rabu (1/4/2026).
Menurut Nani, warga desa sangat antusias terhadap proyek ini. Mereka bahkan bertanya kapan pembangunan jalan akan direalisasikan.
“Warga Cibinuang sudah welcome, sudah antusias, malah udah pada nanyain kapan mulai di realisasikannya,” tuturnya.
Meski tanah sudah dibebaskan untuk JLTS, masyarakat masih diperbolehkan untuk memanfaatkan lahan sambil menunggu pembangunan, dengan berkoordinasi dengan pihak desa.
Ia mengatakan, mayoritas lahan yang terdampak adalah kebun, sementara rumah yang terkena dampak berjumlah lima unit, yakni tiga rumah di desa dan dua di Dusun Cikopo.
Nani menyebutkan proyek JLTS di desa Cibinuang merupakan lahan paling luas dan paling panjang dibanding desa lain yang terdampak. (didin)
















