KUNINGAN (MASS) — Kabar membanggakan kembali datang dari Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan. Atas karunia Allah Ta’ala, pada tahun 2026 ini MA Husnul Khotimah berhasil mengantarkan 63 santri kelas XII lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP.
Prestasi ini semakin istimewa dengan 3 santri berhasil menembus program studi Kedokteran, salah satu jurusan paling kompetitif di Indonesia.
Capaian ini merujuk pada hasil resmi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang diumumkan pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB melalui laman resmi: https://pengumuman-snbp.snpmb.id/.
Berdasarkan data rekapitulasi, sebaran santri yang diterima menunjukkan kualitas akademik yang merata di berbagai kampus unggulan nasional. Universitas Padjadjaran menjadi kampus dengan jumlah terbanyak, yakni 12 santri, disusul Universitas Gadjah Mada sebanyak 9 santri. Sementara itu, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, dan Universitas Pendidikan Indonesia masing-masing menerima 5 santri.
Tidak hanya itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember berhasil ditembus oleh 4 santri, kemudian Institut Pertanian Bogor dan Universitas Sebelas Maret masing-masing 3 santri, serta Institut Teknologi Bandung sebanyak 2 santri. Selebihnya tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia.
Dari total 63 santri tersebut, terdiri dari 37 santri putri dan 25 santri putra, menunjukkan peran aktif dan prestasi gemilang santri Husnul Khotimah secara menyeluruh.
Kepala Madrasah Aliyah Husnul Khotimah, Ust. Danni Abdurahman, M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.
“Alhamdulillah, barakallahu fiikum kepada para santri Husnul Khotimah yang telah Allah mudahkan langkahnya menembus Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBP. Ini adalah buah dari kesungguhan dalam belajar, doa yang tak putus, serta bimbingan para asatidz. Adapun bagi ananda yang masih berjuang, tetaplah husnuzhan kepada Allah, terus ikhtiar dan persiapkan diri dengan sebaik-baiknya. InsyaAllah, setiap langkah yang ditempuh dengan kesabaran akan mengantarkan pada cita-cita yang diimpikan,” ucapnya.
Sementara itu, Mudir Husnul Khotimah 1, Kiai Mulyadin, M.H., turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami merasa bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih para santri. Ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu bersaing dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Husnul Khotimah menjadi salah satu pesantren dengan jumlah santri terbanyak yang diterima di PTN,” ungkapnya.
Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Husnul Khotimah dalam mencetak generasi unggul, tidak hanya dalam aspek keislaman, tetapi juga dalam bidang akademik. (didin)
Daftar Santri Lolos SNBP 2026 (Beserta Program Studi):
1. Devina Washilatul Hikmah – Universitas Padjadjaran (Sosiologi)
2. Dinda Rahma – Universitas Padjadjaran (Sastra Arab)
3. Dwina Nirmala Sari – Universitas Padjadjaran (Ilmu Politik)
4. Fathiyah Rizka Ramadhani – Universitas Padjadjaran (Hubungan Masyarakat)
5. Meilani Salwa Salsabila – Universitas Padjadjaran (Perpustakaan dan Sains Informasi)
6. Muhammad Nafis Shobri – Universitas Padjadjaran (Bisnis Internasional)
7. Muhammad Nashirudin Al Hawari – Universitas Padjadjaran (Ilmu Kesejahteraan Sosial)
8. Nafisa Aulia Rosyidin – Universitas Padjadjaran (Agribisnis)
9. Zahsy Madina Rizki – Universitas Padjadjaran (Ilmu Hukum)
10. Zhafira Nidatul Izzah – Universitas Padjadjaran (Bahasa dan Budaya Tiongkok)
11. Zulfa Mutia – Universitas Padjadjaran (Administrasi Publik)
12. Ahmad Fathin Mubarak – Universitas Padjadjaran (Teknik Geologi)
13. Fathimah Azzahra – Universitas Gadjah Mada (Bahasa Inggris)
14. Ammar Rijalul Haq – Universitas Gadjah Mada (Pembangunan Ekonomi Kewilayahan)
15. Muhammad Sulthan Athallah El Fakhriy – Universitas Gadjah Mada (Sastra Arab)
16. Sherly Citra Nur Amelia – Universitas Gadjah Mada (Sastra Arab)
17. Fatia Madani ‘Aisy – Universitas Gadjah Mada (Psikologi)
18. Muhammad Riezqyanto – Universitas Gadjah Mada (Perencanaan Wilayah dan Kota)
19. Ibrahim Al Faruq – Universitas Gadjah Mada (Kimia)
20. Nabhan Farras Alfikri – Universitas Gadjah Mada (Kartografi dan Penginderaan Jauh)
21. Raka Nizar Nugraha – Universitas Gadjah Mada (Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol)
22. Fadhil Azzaky Azhar – Universitas Brawijaya (Manajemen)
23. Purnama Syahrusya’ban – Universitas Brawijaya (Kewirausahaan)
24. Farras Rumaisya – Universitas Brawijaya (Psikologi)
25. Muhammad Iqbal Al Aqsho – Universitas Brawijaya (Ekonomi Islam)
26. Salma Nurul ‘Azmi – Universitas Brawijaya (Akuntansi)
27. Renayya Naura Fayza – Universitas Diponegoro (Kedokteran)
28. Alisha Raniya Pranoto – Universitas Diponegoro (Psikologi)
29. Lavy Shafiyyur Rahman – Universitas Diponegoro (Ekonomi Islam)
30. Silmi Sabila Hayati – Universitas Diponegoro (Sejarah)
31. Syifa Arrahma – Universitas Diponegoro (Akuntansi)
32. Azkiya Althafun Nisa – Universitas Pendidikan Indonesia (Manajemen)
33. Maryam Ummu Musfiroh – Universitas Pendidikan Indonesia (Ekonomi dan Keuangan Islam)
34. Naifa Rihhadatul Aisy – Universitas Pendidikan Indonesia (PGSD)
35. Nayla Febri Khairani – Universitas Pendidikan Indonesia (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga)
36. Shazia Kamila – Universitas Pendidikan Indonesia (Bimbingan dan Konseling)
37. Erliani Rahmatul Hisanah – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Kedokteran)
38. Rifqi Mohammad Althaaf Al Buchori – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Perencanaan Wilayah dan Kota)
39. Muhammad Faqih Zuhdi – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Teknologi Rekayasa Manufaktur)
40. Hurin Na’imah – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Studi Pembangunan)
41. El Azmi Nashirul Haq – Institut Pertanian Bogor (Akuntansi)
42. Adilah Darin Qonita – Institut Pertanian Bogor (Arsitektur Lanskap)
43. Shiba Zakiyah – Institut Pertanian Bogor (Komunikasi Digital dan Media)
44. Rayya Shiva Maharani – Universitas Sebelas Maret (Psikologi)
45. Zanky Adalah As Syamil – Universitas Sebelas Maret (Desain Interior)
46. Dzaki Hibban Robbani – Universitas Sebelas Maret (Teknik Mesin)
47. Muhammad Thauri – Politeknik Negeri Bandung (Teknik Telekomunikasi Nirkabel)
48. Ibrahim Mubarok – Politeknik Negeri Bandung (Keuangan Syariah)
49. Rasyid Ridho – Universitas Negeri Semarang (Ekonomi dan Keuangan Islam)
50. Al Yunusi Al Ahmadi – Universitas Negeri Semarang (Pendidikan Tata Boga)
51. Aisyah Nabilah – Institut Teknologi Bandung (Matematika)
52. Ahmad Rofiq Haidar – Institut Teknologi Bandung (STEI-R)
53. Keyza Adisty Pratiwi – UPN Veteran Jakarta (Fisioterapi)
54. Syifa Qathrunnada Salsabila – UPN Veteran Jakarta (Kesehatan Masyarakat)
55. Muhammad Afghan Al Ghifari – ISI Yogyakarta (Animasi)
56. Haya Aghnia Ghaitsa – Politeknik Negeri Semarang (Komputer Akuntansi)
57. Nayyira Ayyesha El’fayyaza – UIN Jakarta (Psikologi)
58. Maysa Mufidah Saldi – Universitas Hasanuddin (Komunikasi Digital)
59. Dinda Laila Putri Gunawan – Universitas Indonesia (Hubungan Masyarakat)
60. Rania Rahma Khairunnisa – Universitas Jenderal Soedirman (Manajemen)
61. Yayang Reyfhaldi Heka – Universitas lambung Mangkurat (Kedokteran)
62. Ammar Syarief – UNSYIAH (Pendidikan Dokter Hewan)
63. Nabila Aisyah Putri – UPN Veteran Yogyakarta (Akuntansi)
















