KUNINGAN (MASS) – Himpunan Alumni Ma’had Al-Khoeriyah (HIMMAH) Cibingbin menggelar acara besar bertajuk SILATBAR (Silaturahmi Akbar) di Pondok Pesantren Al-Khoeriyah Cibingbin. Acara nampak dihadiri oleh ratusan alumni, pengurus pesantren, serta tamu undangan dari berbagai angkatan.
Salah satu tujuan utama SILATBAR adalah memperkuat ukhuwah, ikatan persaudaraan antar alumni Ma’had Al-Khoeriyah. Hal itulah yang disampaikan panitia penyelenggara Muhammad Faiz. Ia menegaskan, jalinan kegiatan ini penting untuk menjaga semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam menjaga nama baik pesantren.
“Awalnya memang digelarnya Silatbar ini untuk menjaga semangat kebersamaan dan saling dukung membawa nama pesantren ini di luar setelah jadi alumni,” tuturnya kepada kuninganmass.com Selasa (31/3/2026).

Selain itu, acara juga dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap pondok pesantren. Para alumni diajak untuk kembali mengingat jasa para guru, mengenang waktu belajar di pesantren, serta berkomitmen memberi kontribusi nyata bagi pengembangan Ma’had Al-Khoeriyah di masa depan.
“Didalamnya ada berbagai kegiatan seperti sesi berbagi kenangan, pameran foto lama, dan dialog dengan pengasuh membuat suasana semakin emosional dan penuh motivasi,” tambahnya.
Momen penting lain dalam SILATBAR adalah pelantikan Pengurus Pusat Himpunan Alumni Ma’had Al-Khoeriyah (HIMMAH) periode baru. Pelantikan berjalan khidmat dengan pembacaan sumpah dan penyerahan mandat secara simbolis.
“Para pengurus yang dilantik berjanji akan bekerja untuk memperkuat jaringan alumni, menyelenggarakan program pemberdayaan alumni, serta menjembatani komunikasi antara alumni dan pihak pesantren,” paparnya.
Acara juga diisi dengan sesi Halal bi Halal sebagai wujud saling memaafkan dan mempererat hubungan batin antar peserta. Pada kesempatan tersebut, Mudirul Ma’had, Abi Lutfi Indra Setiyawan, SPd I, menyampaikan sepenggal nasihatnya kepada para alumni ketika dibutuhkan pondok.
“Jangan sampai kita tidak siap ketika pondok memanggil dengan dalih sibuk, karena ingat, Sibuknya kita pada masa sekarang, itu adalah atsar dan barokahnya pondok,” tuturnya. (raqib)
















