KUNINGAN (MASS) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan terus mendorong percepatan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), dr H Agah Nugraha, usai kegiatan Koordinasi dan Advokasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) lintas program dan lintas sektor di Aula BJB Kabupaten Kuningan, Selasa (31/3/2026).
dr Agah mengatakan, program CKG merupakan inisiatif pemerintah yang telah dicanangkan sejak tahun lalu dan menyasar seluruh warga Indonesia dengan berbagai kelompok usia.
Sasaran program ini mencakup bayi baru lahir usia 2 hari, balita dan anak prasekolah usia 1-6 tahun, anak usia sekolah dan remaja, hingga kelompok dewasa dan lanjut usia.
Menurutnya, target pemeriksaan di Jawa Barat cukup besar, yakni minimal 46 persen dari jumlah penduduk, total sekitar 51 juta penduduk. Artinya, sekitar 25 juta warga harus mendapatkan layanan cek kesehatan gratis. Begitu juga di Kabupaten Kuningan sebanyak 46 persen dari jumlah penduduk.
“Program ini sudah mulai berjalan, terutama untuk bayi usia 2 hari yang wajib menjalani pemeriksaan seperti skrining hipotiroid kongenital (SHK) dan deteksi gangguan jantung. Untuk anak usia sekolah juga akan segera mulai dilaksanakan,” ujar dr Agah.
Namun demikian, capaian program hingga Maret 2026 masih tergolong rendah. Dari target 46 persen, realisasi baru mencapai sekitar 3-4 persen. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan berupaya mempercepat pencapaian dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui rapat koordinasi tersebut, sejumlah pihak turut dilibatkan, di antaranya Dinas Pendidikan untuk mendukung pemeriksaan anak usia sekolah, Kementerian Agama yang menaungi sebagian lembaga pendidikan, serta perguruan tinggi seperti Unisa, Uniku, UBHI, dan UM Kuningan untuk menjangkau kelompok usia dewasa, khususnya mahasiswa.
Selain itu, Tim Penggerak PKK juga dilibatkan untuk membantu sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat, terutama bagi perempuan yang perlu menjalani pemeriksaan seperti HPV DNA atau swab intravaginal. Dukungan dari organisasi dan instansi pemerintahan juga diharapkan, termasuk dalam bentuk kebijakan atau surat edaran yang dapat memperluas jangkauan sasaran program.
Dengan sinergi lintas sektor itu, Dinas Kesehatan Kuningan optimistis target pemeriksaan fisik kesehatan gratis dapat segera tercapai demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (didin)
















