KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, memastikan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) tidak akan mengganggu program perbaikan jalan desa di Kabupaten Kuningan.
Ditanya mengenai prioritas antara pembangunan jalan baru JLTS dan perbaikan jalan di setiap desa, Putu menyebut keduanya sama-sama penting bagi masyarakat. Ia menjelaskan, infrastruktur jalan memiliki peran krusial dalam mendukung aktivitas warga.
Putu menyampaikan, saat ini tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Kuningan mencapai 82 persen dari total panjang sekitar 850 kilometer. Artinya, masih terdapat sekitar 150 kilometer jalan dalam kondisi tidak mantap, baik rusak ringan maupun rusak berat, yang menjadi prioritas penanganan.
“Pemeliharaan jalan penting, pembangunan jalan juga penting. Pembangunan jalan itu untuk menambah kapasitas panjang jalan. Manakala pertumbuhan lalu lintas dan kendaraan tinggi tidak diimbangi dengan penambahan jalan, maka akan terjadi kepadatan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia mencontohkan Jalan Martadinata yang dulunya relatif sepi, namun kini menjadi padat seiring meningkatnya jumlah kendaraan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penambahan kapasitas jalan, baik melalui pelebaran maupun pembangunan jalan baru seperti JLTS.
Menurut Putu, keberadaan JLTS bertujuan untuk menambah panjang dan kapasitas jalan, sehingga tetap relevan dan penting. Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan jalan rusak sepanjang 150 kilometer juga menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Putu memastikan program perbaikan jalan tidak akan terganggu oleh pembangunan JLTS. Hal ini karena sumber pendanaan perbaikan jalan sebagian besar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Opsen Pajak Kendaran Bermotor (PKB) ataupun bantuan dari Provinsi.
Salah satu contoh proyek yang tengah berjalan adalah perbaikan ruas jalan Winduhaji hingga Lebakwangi sepanjang 13 kilometer dengan anggaran sekitar Rp21 miliar. Proyek tersebut merupakan hibah dari pemerintah provinsi dan saat ini sedang dalam proses lelang.
Putu juga menyebutkan, capaian kemantapan jalan di Kuningan tergolong baik dibandingkan daerah lain, yang rata-rata berada di kisaran 79-80 persen. Ia optimistis, dengan dukungan anggaran yang memadai, tingkat kemantapan jalan di Kuningan bisa meningkat hingga 90 persen dalam beberapa tahun ke depan.
“Kalau fokus ke perbaikan 150 kilometer jalan yang belum mantap, ditambah pemeliharaan rutin setiap tahun, kami yakin kemantapan jalan bisa terus meningkat,” pungkasnya. (didin)
















