KUNINGAN (MASS) – Kegiatan rutin setiap tahunnya, Kepala Divisi Humas dan Dakwah, KH Imam Nur Suharno, SPd, SPdI, MPdI melakukan safari idul Fitri di Kota Pati Jawa Tengah. Selain menyampaikan tausiyahnya, Kiai Imam juga menyimak tausiyah dari Dr KH Ali Achmadi, Al-Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hayah Hayatuna Jakarta.
Dalam kesempatan reuni keluarga besar Bani Samhadi dari Tegal yang bertempat di Pesantren Al-Hayah Hayatuna Pati Jawa Tengah. Setelah Kiai Imam menyampaikan tausiyah dengan tema silaturahmi menyatukan hati, giliran Dr KH Ali Achmadi, Al-Hafidz, yang sampai hari ini sudah khatam hafalan Al-Quran sekali duduk 1.614 kali memberikan tausiyah yang menggugah. Tema tausiyahnya adalah menjadikan Al-Qur’an mengalir di lisan, mengalir di pemahaman, mengalir di perilaku, hingga mengalir di institusi.
Berikut penulisan sedikit memberikan ulasan singkat semoga bermanfaat.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah petunjuk bagi manusia” (QS. Al-Baqarah: 185).
Rasulullah SAW bersabda, “Al-Qur’an adalah cahaya yang menyinari hati, dan obat bagi jiwa” (HR. Muslim).
Mari kita jadikan Al-Qur’an mengalir di mulut kita, dengan membacanya dan menghafalnya. Mengalir di hati kita, dengan memahami dan menghayatinya. Mengalir di pemahaman kita, dengan mentadabburi dan mengkaji maknanya. Mengalir di perbuatan kita, dengan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan mengalir di institusi kita, dengan menjadikannya sebagai pedoman dan landasan dalam beraktivitas.
“Dan Kami turunkan Al-Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Al-Isra’: 82).
Al-Qur’an adalah sumber inspirasi dan petunjuk bagi umat manusia. Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an, kita dapat menemukan jalan yang lurus dan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Qur’an juga merupakan obat bagi jiwa yang sakit, memberikan kesembuhan dan ketenangan bagi hati yang guncang.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan landasan dalam beraktivitas. Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an, kita dapat mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, apa yang baik dan apa yang buruk. Al-Qur’an juga memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita untuk menjadi lebih baik dan mencapai kesuksesan.
Namun, untuk dapat menjadikan Al-Qur’an mengalir dalam diri dan kehidupan kita, kita perlu memiliki komitmen dan kesungguhan. Kita perlu membiasakan diri membaca dan memahami Al-Qur’an, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga perlu memiliki lingkungan yang mendukung, seperti keluarga dan sahabat yang juga mencintai Al-Qur’an.
Dengan demikian, kita dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan petunjuk dalam kehidupan kita. Semoga kita dapat menjadikan Al-Qur’an mengalir dalam diri dan kehidupan kita, dan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin!
Dalam kesempatan ini, mari kita berdoa kepada Allah agar kita dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan petunjuk dalam kehidupan kita. Mari kita berdoa agar kita dapat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita berdoa agar kita dapat menjadi hamba yang mencintai Al-Qur’an dan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin!
Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan kesungguhan untuk menjadikan Al-Qur’an mengalir dalam diri dan kehidupan kita. Semoga Allah memberikan kita keberkahan dan rahmat-Nya. Amin!
Imam Nur Suharno
Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat













