KUNINGAN (MASS) – Gema Ramadan Feast 6.0 resmi ditutup pada Sabtu (14/3/2026), dengan acara buka bersama dan pembagian hadiah kepada para peserta. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini diikuti oleh sekitar 150 anak dan remaja, yang antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan.
Selama festival ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pemateri yang diundang dari luar. Pemateri memberikan materi yang kekinian dan relevan bagi generasi muda, sehingga mereka dapat memahami berbagai isu sosial dan pendidikan dengan lebih baik.
Ketua pelaksana Gema Ramadan Feast 6.0 Radea mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya acara ini dengan baik. Acara yang ditutup secara simbolis oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cijagamulya, Bambang menjadi momen puncak dari seluruh kegiatan yang telah diselenggarakan.
“Alhamdulillah hari ini kami menutup acara ini dengan penuh sukacita dan semangat kendati masih banyak yang perlu diperbaiki kedepan,” tuturnya.

Pembagian hadiah juga menjadi yang paling ditunggu dalam acara ini. Para peserta yang berprestasi dalam rangkaian acara festival ramadan mendapatkan apresiasi berupa hadiah dari panitia.
“Iya kami memberikan juga hadiah untuk memotivasi mereka agar terus berkembang dan berpartisipasi dalam kegiatan positif di masa mendatang,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Ketua BPD Bambang menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia dan pengurus Forum Remaja Masjid Baitus Sa’adah Cijagamulya (Formas-BC) yang telah mempersiapkan acara dengan baik. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar sampai penutupan. Kami berharap ke depannya akan ada lagi acara serupa yang dapat mengedukasi generasi di desa yang kita cintai ini,” ungkapnya.
Setelah acara penutupan, semua peserta berkumpul untuk menikmati buka puasa bersama. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk saling berinteraksi dan menjalin ikatan yang lebih kuat di antara sesama.
Harapan untuk tahun depan adalah agar kegiatan ini dapat diselenggarakan kembali dengan lebih banyak peserta dan kegiatan yang lebih beragam, sehingga lebih banyak anak dan remaja yang mendapatkan manfaat dari acara ini.
“Semoga kegiatan ini harus tetap ada menjadi tradisi tahunan yang terus memberikan dampak positif bagi generasi penerus Desa Cijagamulya,” pungkasnya. (raqib)

















