KUNINGAN (MASS) – Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Kuningan bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kuningan menggelar I’tikaf Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Islam dan Kesadaran Ekoteologi dalam Perspektif Muhammadiyah di Kabupaten Kuningan”, Jumat (14/3/2026).
Agenda ini diikuti pimpinan Persyarikatan, dosen, mahasiswa, serta unsur organisasi otonom Muhammadiyah sebagai bagian dari penguatan spiritual dan refleksi gerakan dakwah di bulan Ramadan. Acara dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan Hermawan, S.Pd., M.Si.
Ketua MPKSDI PDM Hermawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak universitas yang telah memberikan ruang bagi Persyarikatan untuk melaksanakan kegiatan yang memadukan nilai spiritual, intelektual, dan sosial di lingkungan kampus.
Hermawan menegaskan bahwa kampus Muhammadiyah tidak semata menjadi tempat meraih gelar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, integritas, dan kepedulian sosial. “Mahasiswa maupun dosen harus mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata, terutama melalui kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan sosial,” ujarnya.
Dalam forum tersebut turut hadir sejumlah tokoh Muhammadiyah sebagai narasumber, di antaranya Muhadjir Effendy, Prof. Dr., M.A.P., selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, serta Ahmad Dahlan, Prof. Dr. K.H., M.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan.
Materi penguatan juga disampaikan oleh Dadan Rohmatun Ramdan, Lc., dan Wawang Anwarudin, Dr. apt., M.Sc., yang menyoroti pentingnya kesadaran ekoteologi dalam perspektif Islam, yakni kesadaran religius yang tidak hanya berorientasi pada ibadah personal, tetapi juga pada tanggung jawab menjaga lingkungan dan kehidupan sosial.
Selain menjadi ruang refleksi keagamaan di bulan Ramadan, forum ini juga mendorong lahirnya tradisi intelektual di lingkungan kampus Muhammadiyah. Mahasiswa dan dosen diharapkan aktif menyampaikan gagasan, berdiskusi, serta berkontribusi dalam pengembangan pemikiran Islam yang relevan dengan tantangan zaman. (eki)

















