KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Kamis (12/3/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pengurus HMI Cabang Kuningan untuk menyampaikan gagasan program desa binaan sebagai upaya membantu mengatasi rendahnya angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Kuningan.
Pada pertemuan itu, pengurus HMI berdiskusi langsung dengan Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr Carlan, mengenai kondisi pendidikan di daerah serta berbagai tantangan yang masih dihadapi. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya masyarakat yang belum melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Ketua HMI Cabang Kuningan, Muhammad Noval Harits, menyampaikan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Menurutnya, HMI berinisiatif menyiapkan program desa binaan yang difokuskan pada penguatan literasi, pendampingan belajar, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.
“Program desa binaan ini menjadi bentuk nyata pengabdian kader HMI kepada masyarakat. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu meningkatkan kesadaran pendidikan, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.
Noval menjelaskan, melalui program tersebut para kader HMI nantinya akan melakukan berbagai kegiatan seperti pendampingan belajar bagi pelajar, penguatan budaya literasi, hingga sosialisasi kepada orang tua mengenai pentingnya mendorong anak-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan.
Ia berharap program desa binaan tersebut dapat menjadi langkah awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, peningkatan Rata-rata Lama Sekolah tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk kalangan mahasiswa.
“Melalui program ini kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Jika kesadaran itu tumbuh di masyarakat, maka angka RLS di Kuningan tentu akan meningkat,” katanya.
Lebih lanjut, Noval menyampaikan Kepala Disdikbud Kuningan menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, Dr Carlan menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa sangat penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat, terutama dalam menjangkau wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan kesadaran pendidikan. (didin)

















