KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Ikatan Mahasiswa Kuningan Wilayah Cirebon menggelar acara bedah buku yang berjudul “Perempuan Di Titik Nol,” karya Nawa el-Saadawi. Kegiatan bertajuk “Perempuan Istimewa” ini berlangsung pada Minggu (8/3/2026), di Café Nawasena Rasa, Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon.
Dihadiri oleh para pengurus IMK Wilayah Cirebon periode 2026 serta sejumlah pemantik yang berkompeten, di antaranya Muzayyin dari Tjirebon Book Club dan Ainul Hiyah yang merupakan Sekretaris Departemen Keperempuanan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Muthmainnah yang menekankan bedah buku ini berfungsi sebagai media untuk merefleksikan perjuangan perempuan, ketidakadilan, dan kekuatan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Kegiatan ini adalah ruang refleksi bagi kita sebagai perempuan untuk terus memperjuangkan hak-hak kehidupan yang sering terpinggirkan,” tuturnya.
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kuningan Wilayah Cirebon, M Wirya Nur Fatahurrizqi, juga menyampaikan pentingnya acara ini yang bukan hanya seremonial semata, tetapi merupakan momen untuk merayakan esensi yang seringkali terabaikan.
“Kita harus berani untuk mewujudkan dunia yang lebih egaliter bagi perempuan di ruang publik,” ujarnya.
Diskusi dimulai oleh Ainul Hiyah sebagai pemantik pertama yang menjelaskan konteks buku dan latar belakang penulis. Ia menggambarkan bagaimana tokoh dalam buku tersebut menghadapi ketidakadilan gender dan kekerasan struktural. Pemantik kedua, Muzayyin, memberikan perspektif literasi dan kritik sastra terhadap buku yang diangkat, menyoroti bagaimana karya sastra bisa menjadi alat perlawanan dan refleksi sosial.
Kegiatan berlanjut dengan diskusi interaktif antara pemantik dan peserta. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai isi buku dan relevansinya dengan kondisi perempuan saat ini.
Melalui kegiatan “Perempuan Istimewa” ini, diharapkan semakin meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya kesetaraan gender serta solidaritas di antara perempuan. Sebagai penutup, acara tersebut dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
“Ini menjadi momen untuk mempererat hubungan antaranggota organisasi di bulan suci Ramadan dan meningkatkan soliditas kepengurusan kita kedepan,” pungkas Wirya. (raqib)

















