Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Devi, mahasiswi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Siber Negeri Syekh Nurjati Cirebon.

Netizen Mass

Literasi Digital: Kecakapan Esensial di Era Modern

Esai tentang Pentingnya Literasi Digital dalam Kehidupan Masyarakat

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat dalam beberapa dekade terakhir telah membawa perubahan mendasar dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Internet, media sosial, perangkat pintar, dan berbagai platform digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari. Di tengah arus transformasi digital yang terus mengalir deras ini, muncul satu kebutuhan mendesak yang tak bisa diabaikan: literasi digital (Salsabila, Dewi, & Hayat, 2023).

Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis untuk mengoperasikan komputer atau ponsel pintar. Ia merupakan kecakapan yang jauh lebih luas—mencakup kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, menciptakan, dan mengomunikasikan informasi menggunakan teknologi digital secara kritis, etis, dan bertanggung jawab (Isabella, Iriyani, & Puji Lestari, 2023). Dengan kata lain, seseorang yang berliterasi digital tidak hanya mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mampu berpikir secara kritis tentang informasi yang diterimanya, memahami konsekuensi dari tindakan digitalnya, dan berpartisipasi secara produktif dalam ekosistem digital.

Urgensi literasi digital kian terasa seiring dengan meningkatnya ancaman-ancaman di ruang digital, seperti penyebaran berita bohong (hoaks), penipuan daring, ujaran kebencian, serta pelanggaran privasi. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan pengguna internet terbesar di dunia, menghadapi tantangan serius dalam hal ini (APJII, 2023). Oleh karena itu, peningkatan literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan yang mendesak.

Esai ini akan membahas secara mendalam mengenai konsep literasi digital, dimensi-dimensi utamanya, tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia, serta strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kecakapan digital di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap literasi digital, diharapkan kita semua dapat menjadi warga digital yang cerdas, bertanggung jawab, dan berdaya.

Pengertian dan Dimensi Literasi Digital

Istilah literasi digital pertama kali dipopulerkan oleh Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy pada tahun 1997. Gilster mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dari sejumlah besar sumber yang diakses melalui komputer. Seiring perkembangan zaman, definisi ini terus berkembang dan diperkaya oleh berbagai pakar dan lembaga internasional (Nasrullah et al., 2017).

UNESCO mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, dan mengomunikasikan konten digital yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia merumuskan literasi digital dalam empat pilar utama yang saling melengkapi (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, 2021).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pilar pertama adalah kecakapan digital (digital skills), yakni kemampuan teknis dan fungsional dalam menggunakan perangkat dan platform digital. Pilar kedua adalah budaya digital (digital culture), yang meliputi pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila dalam konteks digital. Pilar ketiga adalah etika digital (digital ethics), yaitu kesadaran untuk berperilaku secara etis di ruang digital. Pilar keempat adalah keamanan digital (digital safety), yang mencakup kemampuan melindungi diri dari ancaman digital (Astuti et al., 2021).

Keempat pilar ini tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling berkaitan dan membentuk suatu kesatuan yang utuh. Seseorang yang hanya memiliki kecakapan teknis tanpa didukung oleh etika dan budaya digital yang baik bisa jadi justru akan menyalahgunakan kemampuannya (Mukarromah & Harapan, 2023). Sebaliknya, seseorang yang memiliki kesadaran etika yang tinggi namun kurang cakap secara teknis akan kesulitan berpartisipasi secara efektif dalam ekosistem digital.

Tantangan Literasi Digital di Indonesia

Indonesia menghadapi sejumlah tantangan besar dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakatnya. Berdasarkan data Indeks Literasi Digital Indonesia, skor nasional pada tahun 2022 hanya mencapai 3,54 dari skala 5—menandakan bahwa masih banyak ruang yang perlu diperbaiki (Nurhopipah, 2024).

Tantangan pertama yang paling mendasar adalah kesenjangan digital (digital divide). Meskipun penetrasi internet di Indonesia terus meningkat, masih terdapat kesenjangan yang cukup signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Masyarakat di daerah terpencil seringkali belum memiliki akses yang memadai terhadap infrastruktur digital. Tanpa akses yang setara, upaya peningkatan literasi digital tidak akan pernah bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat (Nasrullah, 2022, sebagaimana dikutip dalam Jurnal Ilmu Komputer, 2024).

Tantangan kedua adalah maraknya informasi yang tidak benar atau hoaks. Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh penyebaran hoaks, terutama melalui platform media sosial. Hoaks tidak hanya berpotensi memecah belah masyarakat dan menimbulkan konflik sosial, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa. Kemampuan untuk memverifikasi informasi menjadi keterampilan yang sangat kritis, namun masih rendah di kalangan masyarakat umum (Salsabila, Dewi, & Hayat, 2023).

Tantangan ketiga berkaitan dengan keamanan dan privasi digital. Kejahatan siber seperti phishing, penipuan online, pencurian identitas, dan peretasan data semakin marak terjadi. Banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya melindungi data pribadi mereka di dunia digital (Baruh, Secinti, & Cemalcilar, 2017, sebagaimana dikutip dalam Jurnal Ilmu Komputer, 2024).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tantangan keempat adalah ancaman konten negatif dan adiktif. Platform digital, dengan algoritma rekomendasi yang canggih, dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin—bahkan jika itu berarti menyajikan konten-konten yang bersifat provokatif atau sensasional. Fenomena filter bubble dan echo chamber menyebabkan pengguna hanya terekspos pada informasi yang sesuai dengan pandangan mereka sendiri, sehingga mempersempit wawasan dan memperparah polarisasi sosial (Muannas & Mansyur, 2020).

Tantangan kelima adalah rendahnya kesadaran tentang etika digital. Di media sosial, masih banyak pengguna yang menyebarkan informasi tanpa verifikasi, melakukan perundungan siber (cyberbullying), atau memproduksi konten ujaran kebencian. Perilaku-perilaku ini tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga merusak ekosistem digital secara keseluruhan (Karmila & Budimansyah, 2023, sebagaimana dikutip dalam Jurnal Kewarganegaraan, 2023).

Pentingnya dan Manfaat Literasi Digital

Di balik berbagai tantangan tersebut, literasi digital menawarkan manfaat yang luar biasa bagi individu maupun masyarakat. Masyarakat yang berliterasi digital tinggi akan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan (Isabella, Iriyani, & Puji Lestari, 2023).

Dari sisi ekonomi, literasi digital membuka peluang yang tak terbatas. Dalam era ekonomi digital, kemampuan untuk beroperasi secara daring—baik untuk berwirausaha, mencari pekerjaan, maupun meningkatkan produktivitas—menjadi keunggulan kompetitif yang sangat berharga. UMKM yang melek digital dapat menjangkau pasar yang jauh lebih luas melalui platform e-commerce dan media sosial (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, 2021).

Dari sisi pendidikan, literasi digital memungkinkan akses terhadap sumber belajar yang hampir tak terbatas. Perpustakaan digital, kursus daring, video tutorial, dan berbagai sumber daya pendidikan tersedia secara bebas di internet. Pandemi COVID-19 telah membuktikan betapa pentingnya literasi digital dalam memastikan keberlangsungan proses belajar-mengajar (Pratama & Wijaya, 2023).

Dari sisi partisipasi demokratis, literasi digital memungkinkan warga negara untuk terlibat lebih aktif dalam proses-proses politik dan sosial. Mereka dapat mengakses informasi tentang kebijakan publik, mengawasi kinerja pemerintah, dan menyuarakan aspirasi mereka melalui berbagai platform digital. Namun, partisipasi yang bermakna ini hanya mungkin terwujud jika warga memiliki kemampuan untuk membedakan antara informasi yang valid dan yang menyesatkan (Yanti et al., 2021).

Dari sisi kesehatan mental, literasi digital membantu individu untuk mengelola hubungan mereka dengan teknologi secara sehat. Seseorang yang berliterasi digital mampu mengenali tanda-tanda kecanduan media sosial, mengelola waktu layar dengan bijak, dan mengembangkan kesadaran tentang dampak psikologis dari konsumsi konten digital yang berlebihan (Sari & Pratama, 2021).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Strategi Peningkatan Literasi Digital

Mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi, peningkatan literasi digital membutuhkan pendekatan yang sistematis, komprehensif, dan melibatkan berbagai pihak. Tidak ada satu strategi tunggal yang cukup; diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil.

Pertama, integrasi literasi digital dalam kurikulum pendidikan formal merupakan langkah yang paling mendasar dan berdampak jangka panjang. Sejak usia dini, anak-anak perlu diajarkan tidak hanya cara menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana berpikir kritis tentang informasi digital dan berperilaku secara etis di ruang digital. Guru-guru pun perlu mendapatkan pelatihan yang memadai (Apriliana et al., 2026; Handiyani & Abidin, 2023).

Kedua, penyelenggaraan program literasi digital non-formal yang menjangkau masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu rumah tangga, dan masyarakat pedesaan. Program-program pelatihan yang praktis, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari akan jauh lebih efektif daripada pelatihan yang bersifat teoritis. Pemerintah Indonesia melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi telah mengambil langkah ke arah ini (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, 2021).

Ketiga, peran aktif platform teknologi dan media sosial. Perusahaan-perusahaan teknologi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa platform mereka tidak menjadi wadah penyebaran hoaks dan konten berbahaya. Investasi dalam sistem pendeteksi konten palsu, fitur-fitur verifikasi fakta, dan edukasi pengguna merupakan kewajiban moral yang tidak bisa dihindari oleh para raksasa teknologi. Studi menunjukkan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan literasi digital lebih mampu mengelola privasi online dan menghindari ancaman siber (Jurnal Ilmu Komputer, 2024).

Keempat, penguatan ekosistem cek fakta dan jurnalisme berkualitas. Media massa yang independen dan profesional merupakan garda terdepan dalam melawan disinformasi. Dukungan terhadap lembaga-lembaga cek fakta serta literasi media yang mengajarkan masyarakat cara membedakan sumber berita yang kredibel sangatlah penting (Salsabila, Dewi, & Hayat, 2023).

Kelima, pendekatan berbasis komunitas yang memanfaatkan tokoh-tokoh lokal dan jaringan sosial yang ada. Dalam konteks budaya Indonesia yang sangat kolektif, perubahan perilaku digital yang berkelanjutan lebih mungkin terjadi jika didorong dari dalam komunitas sendiri—melalui tokoh agama, pemimpin desa, atau figur-figur yang dihormati di masyarakat (Efendi & Tohet, 2023).

Penutup

Literasi digital adalah keniscayaan di era modern ini. Ia bukan sekadar keterampilan tambahan yang mewah dimiliki, melainkan kompetensi dasar yang diperlukan untuk dapat hidup, bekerja, dan berpartisipasi secara bermakna dalam masyarakat abad ke-21. Di era di mana batas antara dunia nyata dan dunia digital semakin kabur, kemampuan untuk bernavigasi di ruang digital secara cerdas dan bertanggung jawab menjadi fondasi dari kewargaan yang baik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi kekuatan digital yang diperhitungkan di tingkat global. Bonus demografi dengan jumlah penduduk muda yang besar, ditambah dengan tingkat penetrasi internet yang terus meningkat, memberikan peluang yang luar biasa. Namun, potensi ini hanya dapat terwujud jika dibarengi dengan upaya serius dan konsisten untuk meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat (Ritonga & Purwaningtyas, 2024).

Tanggung jawab ini tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, media, dan setiap individu—kita semua memiliki peran yang tidak bisa diabaikan. Membangun masyarakat yang berliterasi digital tinggi adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan bangsa di tengah arus digitalisasi yang tidak terbendung (Mas’ud Muhammadiah et al., 2023).

Kita perlu ingat bahwa teknologi hanyalah alat. Ia bisa menjadi kekuatan yang memberdayakan dan membebaskan, atau sebaliknya, menjadi instrumen penindasan dan penyesatan—tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Literasi digital adalah kompas yang kita butuhkan untuk memastikan bahwa kita menggunakan alat tersebut demi kebaikan bersama. Dengan literasi digital yang kuat, kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi yang pasif, tetapi menjadi warga digital yang aktif, kritis, dan berdaya.

Daftar Pustaka

Apriliana, R., Fadhilah, A. N., Maharani, M. P., & Tryanasari, D. (2026). Sosialisasi dan Pelatihan Penguatan Literasi Digital dalam Pembelajaran Modern Melalui Integrasi AI dan Media Interaktif. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 7(1), 23–32. https://doi.org/10.26874/jakw.v7i1.1238

Astuti, S. I., Prananingrum, E. N., Nurhajati, L., & Kurnia, N. (2021). Budaya Bermedia Digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika. http://literasidigital.id/books/modul-budayabermedia-digital/

Baruh, L., Secinti, E., & Cemalcilar, Z. (2017). Online Privacy Concerns and Privacy Management: A Meta-Analytical Review. Journal of Communication, 67(1), 26–53.

Bawden, D. (2008). Origins and Concepts of Digital Literacy. Dalam C. Lankshear & M. Knobel (Eds.), Digital Literacies: Concepts, Policies and Practices (hal. 17–32). Peter Lang Publishing.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Efendi, L. M., & Tohet, M. (2023). Pengelolaan Literasi Digital Berbasis SMART Menuju Good Practice School. Jurnal Educatio, 9(2), 914–923. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4848

Eshet-Alkalai, Y. (2004). Digital Literacy: A Conceptual Framework for Survival Skills in the Digital Era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1), 93–106.

Gilster, P. (1997). Digital Literacy. Wiley.

Handiyani, M., & Abidin, Y. (2023). Peran Guru dalam Membina Literasi Digital Peserta Didik pada Konsep Pembelajaran Abad 21. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(2), 408–414. https://doi.org/10.31949/jee.v6i2.5360

Isabella, I., Iriyani, A., & Puji Lestari, D. (2023). Literasi Digital sebagai Upaya Membangun Karakter Masyarakat Digital. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 8(3), 167–172. https://doi.org/10.36982/jpg.v8i3.3236

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2021). Roadmap Literasi Digital 2021–2024. Kemenkominfo.

Mas’ud Muhammadiah, Novelti, Jasiah, Safar, M., & Nuramila. (2023). Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Digital Untuk Mewujudkan Pendidikan Karakter di Era Disrupsi 4.0. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(2), 2276–2288.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Muannas, M., & Mansyur, M. (2020). Model Literasi Digital untuk Melawan Ujaran Kebencian di Media Sosial. JURNAL IPTEKKOM, 22(2), 125–142.

Mukarromah, T. T., & Harapan, E. (2023). Literasi Digital: Pentingnya Keterampilan Abad Ke-21. Seminar Nasional Pendidikan Universitas PGRI Palembang, 109–116.

Nasrullah, R., Aditya, W., Satya, T. I., Nento, M. N., Hanifah, N., Miftahussururi, & Akbari, Q. S. (2017). Materi Pendukung Literasi Digital. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nurhopipah, A. (2024). Indeks Literasi Digital Kader TP PKK. Jurnal Komunikasi Global. https://doi.org/10.24815/jkg.v13i1.36633

Pratama, R., & Wijaya, S. (2023). Implementasi Teknologi dalam Pembelajaran di Era Digital: Tantangan dan Peluang bagi Dunia Pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan West Science, 1(07), 473–480. https://doi.org/10.58812/jpdws.v1i07.542

Ritonga, I. N., & Purwaningtyas, F. (2024). Dampak Perkembangan Penelitian Literasi Digital Menggunakan Analisis Bibliometrik. Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi, 5(2), 206–215.

Salsabila, A. A., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2023). Pentingnya Literasi di Era Digital dalam Menghadapi Hoaks di Media Sosial. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa, 3(1), 45–54. https://doi.org/10.58192/insdun.v3i1.1775

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sari, R., & Pratama, D. (2021). Literasi Digital dalam Konteks Pendidikan: Memahami Literasi Digital dan Teknologi Digital. Perspektif: Jurnal Kajian Pendidikan, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i2.32

UNESCO. (2018). A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills for Indicator 4.4.2. UNESCO Institute for Statistics.

Yanti, N., Mulyati, Y., Sunendar, D., & Damaianti, V. (2021). Tingkat Literasi Digital Mahasiswa Indonesia. Diksa: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 61–70.

Disusun Oleh: Devi
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Siber Negeri Syekh Nurjati Cirebon

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Sosial Budaya

KUNINGAN (MASS) – Dalam kegiatan Safari Ramadhan 2026, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat melalui program “LKKS Berbagi”,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Agung Adiatna, pengamat sosial, mengungkapkan pandangannya tentang program Makanan Bergizi (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah, kala diwawancara dengan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Komisi 2 DPRD Kuningan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PAM Tirta Kamuning, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kuningan...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Pesik Kuningan kini telah memfinalisasi keseluruhan skuad pemain yang akan berlaga di putaran nasional. Kepala Pelatih Pesik Kuningan, Dian Okta mengungkapkan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Jika banyak desa yang mengeluh karena potongan anggaran untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sangat besar bahkan sampai 60-70%, mungkin bagi...

Insiden

KUNINGAN (MASS)  – Dalam pertemuan Bupati Kuningan Dr H Dian rachmat Yanuar M Si bersama kepala desa se-Kecamatan Ciawigebang sembari buka puasa bersama, Jumat...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Menyusul dinamika situasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah, jamaah umroh asal Kabupaten Kuningan dipastikan dalam kondisi aman dan hingga saat...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Sekitar 1.500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat oleh Paguyuban Emak-emak Perum Ciporang di sekitar lampu merah Ciporang, tepatnya di depan SD...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Sekitar 282 guru dari jenjang PAUD dan Sekolah Dasar mengikuti program pemenuhan kualifikasi akademik S1/D4 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementer Komdigi RI, resmi membatasi akun anak di bawah 16 tahun di platform digital yang dianggap beresiko...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, mengenang pengalamannya saat masih menjadi birokrat dan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan, U Kusmana hingga kini belum memberikan keterangan ketika dimintai pendapat mengenai layak atau tidak layaknya menu...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Eskalasi di negara-negara Timur Tengah saat ini sangat tinggi, buntut pecahnya konflik Negara Iran Vs Israel yang juga didukung penuh oleh...

Netizen Mass

Yuk berefleksi mumpung Ramadan !!! KUNINGAN (MASS) – Satu sore di sebuah kantor pemerintahan. Tepat di bulan Ramadan. Langit perlahan meredup. Azan hampir mengudara....

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Melalui program Husnul Khotimah Peduli, Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan menyalurkan sebanyak 268 bingkisan kepada para guru ngaji yang tersebar di desa penyangga pondok...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Bagas Fuadi pemuda asal Kuningan yang mengemban ilmu di Timur tengah dan tak asing dengan adanya perang, bom dan suara tembakan....

Headline

JAKARTA (MASS) – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak pernah mengancam masyarakat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait unggahan menu Program...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Wilayah Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, pada Kamis (6/3/2026) kemarin mengalami fenomena cuaca yang mengejutkan, yaitu hujan es. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Safari Ramadan Tim V Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Syiarul Islam, Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kamis...

Regional

CIREBON (MASS) – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Cirebon menggelar kegiatan berbagi takjil gratis...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah, mengungkapkan perang yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel dan sekutunya akan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyoroti masalah pengelolaan sampah di Desa Pangkalan, Kecamatan Ciawigebang yang dinilai belum optimal. Dalam kunjungannya pada...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Warga Kabupaten Kuningan, berdasarkan data, rata-rata lama sekolah (RLS) nya hanya di anngka 7,91 tahun atau setara kelas 2 (atau kelas...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Menu MBG yang terlihat pada gambar memperlihatkan sajian yang sangat sederhana dari salah satu dapur di Kecamatan Darma yang berlokasi di...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Bagas Fuadi, seorang pemuda asal Kuningan, berbagi kisahnya sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di Hadramaut, Yaman. Selama lebih dari empat tahun...

Nasional

BANDUNG (MASS) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Gibran mendampingi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Gibran Jawa Barat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran...