KUNINGAN (MASS) – Ikatan Remaja Masjid Jami Baitul Mukhlisin (IREMA BM) Desa Pangkalan, Kecamatan Ciawigebang menggelar Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah yang berlangsung dari Sabtu (28/2/2026) hingga Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara IREMA BM, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Baitul Mukhlisin, serta Pemerintah Desa Pangkalan.
Pesantren Ramadhan ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta, yang terdiri dari siswa SD/MI dan SMP/MTs. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman keislaman dan membentuk karakter religius generasi muda selama bulan suci Ramadhan.
Selama sepekan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan keagamaan, mulai dari pembelajaran Al-Qur’an hingga praktik ibadah harian dan pembinaan akhlak. Semua materi dikemas secara edukatif dan interaktif agar menarik bagi anak-anak dan remaja.
Tidak hanya fokus pada pembelajaran, panitia juga mengadakan perlombaan untuk mengasah bakat dan keberanian peserta. Beberapa lomba yang digelar antara lain lomba mewarnai, lomba adzan, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Pildacil, serta lomba cerdas cermat Islami.
Ketua DKM Masjid Jami Baitul Mukhlisin, Kurniawan SE mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana yang sangat penting untuk pembinaan generasi muda berbasis masjid.
“Pesantren Ramadhan ini mendekatkan anak-anak dan remaja kepada masjid serta menanamkan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, M Lutfan Syarip SE menyatakan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan.
“Alhamdulillah, sekitar 200 peserta hadir dengan semangat. Kami berharap agar Pesantren Ramadhan ini menjadi program rutin yang bermanfaat,” tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia bersama LAZISMU Kuningan menggelar aksi sosial untuk membagikan takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya untuk berbagi, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para peserta.
“Melalui Pesantren Ramadhan ini, kami berharap akan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami agama dengan baik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan aktif berkontribusi dalam masyarakat,” pungkasnya. (raqib)
















