KUNINGAN (MASS) – Kata Alhamdulillah bukanlah sekadar kata manis yang diucapkan untuk menjawab pertanyaan orang, namun sejatinya kalimat agung yang mengungkapkan isi hati seorang mukmin saat menerima pemberian dari Allah. Suasana hati penuh dengan keikhlasan, keridhaan, kepasrahan, ketawakalan, kesyukuran, dan kesabaran itu diungkapkan dengan satu kalimat “Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah”.
Rasulullah SAW membimbing kita untuk selalu memuji Allah dalam setiap keadaan. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang di antara kalian diberi nikmat, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Alhamdulillah’.” (HR. Ahmad)
Bahkan, Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli haal” saat tertimpa musibah. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Dalam keduanya ada kebaikan. Berusahalah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah. Janganlah kamu lemah. Jika kamu tertimpa musibah, maka katakanlah ‘Alhamdulillah ‘ala kulli haal, rabbi a’udzubika min ahlinnaar’ (Segala puji hanya milik Allah atas segala kondisi, wahai Tuhanku aku berlindung dari menjadi penduduk neraka).” (HR. Muslim)
Alhamdulillah bukanlah hanya sekadar ungkapan kesyukuran atau kesabaran, tapi ia menjadi bahan bakar, energi baru untuk mengamalkan dan mendakwahkan Islam. Karena seorang mukmin yakin bahwa jiwa raganya bukanlah miliknya, tapi hanya sebatas titipan Allah agar ia menunaikan tugas mulia menyampaikan risalah Islam di tengah masyarakat.
Semoga Allah karuniakan sifat tsabat dan istikamah kepada kita hingga akhir hayat, amin ya rabbal alamin.
Oleh: Basuki Ahmad Danuri
Dai Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat
















