KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR) yang dirilis baru-baru ini, angka ketidakpuasan masyarakat ke kinerja aparat desa di Kabupaten Kuningan ternyata cukup berimbang.
Dimana secara angka, yang memgaku tidak puas mencapai 51,33% responden, sementara yang mengaku sudah puas kinerja aparat desa mencapai 48,67% responden.
Dikatakan Direktur Jamparing Research Topic Offirstson, ada beberapa alasan utama ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja aparat desa.

Dari data survey disebutkan 29,3% yang mengaku tidak puas karena menganggap pelayanan yang dinilai buruk. Faktor itu jadi yang paling dominan diantara faktor lainnya.
“Responden juga menyoroti kurangnya transparansi (26,7%) serta kurangnya inovasi (21,6%) yang menunjukkan adanya harapan masyarakat terhadap tata kelola yang lebih terbuka dan adaptif terhadap kebutuhan publik,” jelasnya.
Selain tiga alasan di atas, ada juga faktor nepotisme (16,4%) yang membuat masyarakat sinis alias tidak puas terhadap kinerja aparatur desa.
“Secara umum, ketidakpuasan masyarakat lebih banyak dipicu oleh kualitas layanan dan tata kelola pemerintahan desa, sehingga peningkatan profesionalisme, transparansi serta inovasi pelayanan menjadi langkah penting untuk memperbaiki persepsi publik,” saran Topic. (eki)
















