KUNINGAN (MASS) – Seperti dikupas di beberapa tulisan lalu bahwa kolam Cigugur memiliki ikan yang cerdas selain langka dan endemik hanya ada di sekitar Kuningan, khususnya mata air yang berada di sekitar gunung, ternyata memiliki keunikan tersendiri.
Selain ikan menghilang saat air dikeringkan Ikan-ikan tersebut juga punya insting yang kuat untuk bertahan hidup. Saat darurat diatasnya mereka langsung masuk kedalam lumpur yang ternyata sangat dalam berada di dasar kolam
Mereka memiliki ruang yang cukup di dalam untuk bertahan sampai air di atasnya benar-benar bisa dijadikan tempat hidup mereka. Sumur inilah yang kemudian ditutup oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Menyebabkan kematian ikan begitu banyak saat cuaca ekstrem karena sumur tempat mereka berlindung dItututup dengan cara dicor. Sampai saat ini belum ada pihak pihak yang bertanggungjawab terhadap penutupan sumur tersebut
Kini hampir mencapai 1000 ekor ikan mati, peristiwa langka ini menyentak berbagai kalangan, ikan yang dilindungi dan tidak boleh ditangkap, apalagi dimakan. Bahkan dulu orang tua selalu mengatakan bahwa ikan tersebut dikeramatkan, mengingat keberadaannya selain langka, memang ikan tersebut hanya ada di mata air sekitaran gunung Ciremai. Artinya tidak bisa hidup di mata air lain.
Pernah ada beberapa orang yang mencoba memeliharanya tetapi tidak bisa hidup lama, ikan mati karena habitat yang mereka memang di mata air tertentu yang mungkin memiliki syarat-syarat lingkungan tertentu. Begitu dibawa ke tempat lain baik di kolam atau daerah lain, ikan ini tidak mampu bertahan hidup lama, apalagi dikembangbiakkan secara masal. Itulah keunikan dan kegaanjilan, banyak yang memelihara dan mengembangbiakannya namun selalu gagal, mudah-mudahan dengan makin pesatnya teknologi dapat dikembangkan.
Ikan Kancra dewa Kuningan, selain warnanya cukup menarik , kepala dan moncongnya menyerupai hiu, bentukya juga separoh seperti ikan Salmon, telurnya berwarna kuning ke orange orenyean, musiim kawin sama dengannikannkancra lainnya dimana jantan mengejar berinnya lalu terjadi perkawinan dengan mengeluarkan telor dan dibuahi oleh sperma jantaan dengan cara disemburkan lada telor telor yang berhamburan.
Ikan Dewa sebenarnya jenis kancar bodas, walaupun warnanya lebih ke biru biruan biru tua, pupus nampak sangat indah dan melengkapi kolam air jernih yang mengalir dengan pepohonan rindang di sekitarnya membuat mereka bisa hidup dengan sehat dan lincah
Namun lingkungan yang semakin rusak baik di hulu maupun keberadaan hutan penyangganya yang terganggu, menyebabkan ikan itu seperti kurang sehat, terlebih kekurangan makan dan menjadi semakin parah saat hujan deras dimana kolam tempat mereka hidup dimasukin air yanng tidak layak untuk kehidupan mereka.
Air tercemar, pasolan lain air dari sumbernya terhenti dalam waktu yang lama, mengakibatkan saya tahan tubuh mereka benar benar rapuh. Habitat ikan dewa terganggu akibat kelalaian manusia dalam penanganannya. Keterlambatan menguras air di dasar kolam.
Oleh: Iwa Gunawan, Ketua KLID (Komunitas Lestari Ikan Dewa), Tokoh Marhaen Jabar











