KUNINGAN (MASS) – Teater Istunnink dari SMA Negeri 1 Garawangi (Smagar) kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia seni pertunjukan melalui pementasan naskah drama berjudul “Srangenge”.
Pementasan yang digelar selama sembilan hari, mulai Sabtu hingga Minggu (7-15/2/2026), bertempat di Gedung Raksawacana, berlangsung dengan penuh antusiasme dari masyarakat.
Gilang Desta Gumelar menyampaikan apresiasinya atas partisipasinya seluruh masyarakat. Ia menyebutkan selama sembilan hari pementasan, pertunjukan tersebut berhasil menarik perhatian publik dengan total sekitar 2.200 penonton.
“Selama sembilan hari pementasan, pertunjukan ini berhasil menarik perhatian publik dengan total kurang lebih 2.200 penonton yang hadir menyaksikan setiap adegan yang ditampilkan secara emosional, penuh makna, dan sarat pesan kehidupan,” ujarnya.
Gilang menyampaikan drama “Srangenge” mampu menghadirkan suasana reflektif sekaligus menggugah para penonton. Ia menilai para siswa berhasil mengolah karakter, emosi, serta menunjukkan penguasaan panggung yang matang, tata artistik, pencahayaan, hingga penghayatan peran, yang menjadi daya tarik, membuat penonton larut dalam alur cerita.
Keberhasilan pementasan tersebut tidak terlepas dari peran pembina Teater Istunnink, Andri Ebod, yang secara konsisten membimbing para siswa sejak proses latihan hingga pementasan.
“Keberhasilan pementasan ini tidak terlepas dari peran pembina Teater Istunnink, Pak Andri Ebod yang secara konsisten membimbing para siswa dalam proses latihan hingga pementasan. Dedikasi beliau menjadi salah satu kunci keberhasilan terselenggaranya acara ini dengan lancar dan sukses,” tuturnya.
Menurutnya, pementasan tahun ini merupakan yang ketiga kalinya digelar secara rutin setiap tahun. Hal itu menandakan komitmen Teater Istunnink dalam menjaga tradisi berkarya dan menghadirkan pertunjukan berkualitas bagi masyarakat. Konsistensi tersebut menjadi bukti teater pelajar mampu berkembang dan terus berinovasi.
“Ke depan, Teater Istunnink berkomitmen untuk kembali hadir di tahun-tahun berikutnya dengan naskah-naskah yang tak kalah luar biasa, menghadirkan cerita-cerita yang inspiratif, reflektif, dan penuh makna bagi para penonton,” katanya.
Melalui pementasan tersebut, Teater Istunnink kembali menegaskan eksistensinya sebagai ruang kreatif bagi generasi muda serta sebagai salah satu kebanggaan dunia seni pelajar di Kabupaten Kuningan. (didin)








