KUNINGAN (MASS) – Kepala Desa Darma Kecamatan Darma Yadi Juharyadi mengaku ingin sistem kerjasama dengan PAM Kuningan, mencontoh sistem kerjasama dengan Perumdam Indramayu. Hal itu disampaikan Yadi saat disinggung perihal pengelolaan mata air yang diambil dari Desa Darma, oleh PAM Kuningan, serta berkaitan dengan habitat ikan dewa.
Dikatakannya, PAM Kuningan sendiri mulai mengambil air dari Darmaloka sejak tahun 2005. Ia mengamini, saat itu juga sempat terjadi mati massal ikan dewa. Dugaannya, ikan dewa selain butuh air jernih, tapi juga air yang mengalir.
Saat tahun 2005 itu, kata Yadi, Desa Darma diberi kompensasi sebesar Rp 13 juta. Kenaikan terjadi juga tidak signifikan. Di masa kepemimpinannya ini, kompensasi dari PAM Kuningan mengalami kenaikan hingga akhirnya mencapai angka Rp 60 juta per tahun.
“Dulu kami belum bisa protes karena belum ada studi banding atau perbandingan, (namun) setelah mengolah air dari Darmaloka oleh Bumdes Darma, dari 1000 konsumen dengan pemberian 10 kubik gratis, dan (harganya) sebulan hanya Rp 300 per (meter) kubik, kami bisa mendapatkan uang di 6-7 juta perbulan,” jelasnya, Kamis (12/2/2026).
Dengan harga yang sangat murah jika dibanding dengan harga yang diterapkan PAM Kuningan, desa mendapat pemasukan sekitar 74 jutaan pertahun. Itupun padahal penggunaan untuk psantren, guru ngaji, masjid dan PAUD, digratiskan.
“Maenya PDAM nu konsumennya banyak, hanya Rp 60 juta? (Makanya) Kita ngusulkan kerjasama, kita nitip 100-200 rupiah per kubik dengan air yang dikeluarkan ke konsumen,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya enggan kompensasi, tapi ingin bentuk kerjasama. Skema kerjasama itu memang bukan hal baru, bahkan dipraktekan PAM Kuningan dengan PT TKAS, untuk pengaliran ke Indramayu. PAM Kuningan mendapat persenan dari penjualan air di Talaga Remis dan Talaga Nilem.
Bukan tanpa sebab juga Darma meminta tinjauan ulang pengambilan air dari Desa Darma. Pasalnya saat ini, desa lah yang melakukan pembenahan mata air dan mengatur ke masyarakat. Dari 2 mata air yang ada di Darma, desa mengarahkan warga mengambil air dari Balong Benter, sementara Cibinuang banyak ke PAM Kuningan. (eki)








