KUNINGAN (MASS) – Krisis air bersih yang terus berulang di Kabupaten Kuningan kembali memicu perhatian masyarakat. Kali ini, tantangan terbuka datang dari tokoh muda, Imam M Agung Fauzy, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Imam sendiri dikenal dekat dengan berbagai kalangan politik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Imam terang-terangan menantang Direktur Utama PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Ukas Suharsaputra, untuk bertanggung jawab atas masalah distribusi dan layanan air bersih yang dinilai belum menemukan solusi yang memadai. Imam menyebut, masalah air adalah masalah fundamental yang menyentuh hak dasar masyarakat.
“Masalah air bukan isu kecil. Ini menyangkut hak dasar masyarakat. Jika kepemimpinan saat ini tidak mampu menjawab persoalan secara tuntas, maka harus ada keberanian untuk memberi ruang bagi kepemimpinan baru walaupun masa jabatan belum tuntas, karena dalam aturan Bupati berhak mengevaluasi kinerja apabila kinerjanya kurang baik,” ujar Imam kepada kuninganmass.com Jumat (13/2/2026).
Imam M. Agung Fauzy sendiri bukanlah sosok baru di kalangan pemuda Kuningan. Ia aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan sosial, seperti Taruna Merah Putih dan Pramuka. Kiprah dan kepeduliannya terhadap masyarakat membuatnya dikenal di kalangan aktivis dan pemuda.
Dukungan terhadap sikap berani Imam juga datang dari sejumlah tokoh muda di Kuningan. Iqbal, seorang aktivis muda, menilai bahwa tindakan Imam adalah contoh keberanian politik yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi masalah ini.
“Yang dibutuhkan Kuningan hari ini adalah keberanian mengambil tanggung jawab, bukan sekadar wacana. Imam menunjukkan sikap itu. Ia tidak hanya mengkritik, tapi juga siap pasang badan dan bekerja,” ujar Iqbal.
Sekretaris Jenderal AMPG Kuningan, Venu juga memberikan pandangannya. Ia mengatakan bahwa tantangan yang dilayangkan Imam sebaiknya dipandang sebagai momentum untuk evaluasi serius terhadap PAM Kuningan.
“Ini bukan soal siapa melawan siapa, tapi soal keberanian menghadirkan solusi. Jika ada anak muda yang siap maju dan punya kapasitas, kenapa tidak diuji secara terbuka dan profesional,” kata Venu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Kabupaten Kuningan belum memberikan tanggapan soal hal tersebut. (raqib)








