Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PKS, Yaya SE. (Foto: dok PKS)

Headline

Puluhan Ribu Peserta BPJS JKN di Kuningan Tiba-tiba Non-aktif, Yaya: Jangan Ada Kejutan Buruk Saat Rakyat Berobat…

KUNINGAN (MASS) – Pelayanan kesehatan seharusnya menjadi ruang paling manusiawi dalam kehidupan bernegara. Namun hari ini, justru dipertontonkan sebuah ironi, ketika masyarakat datang untuk berobat, yang mereka hadapi bukan hanya penyakit, tetapi juga persoalan administrasi.

Potret miris itulah yang disampaikan anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Yaya SE. Legislator PKS itu, menengahi ironi yang terjadi di dunia kesehatan, tertutama yang berkaitan dengan BPJS.

“BPJS berbicara tentang data. Kementerian berbicara tentang regulasi, Rumah sakit berbicara tentang klaim dan anggaran. Sementara pasien berbicara dengan napas yang semakin berat. Semua merasa benar. Namun dalam praktiknya, tidak satu pun benar-benar hadir sepenuhnya bagi rakyat yang sedang sakit,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Di Kabupaten Kuningan, lanjut Yaya, kurang lebih 62 ribu peserta PBI JKN dinonaktifkan. “Ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah 62 ribu potensi kecemasan. 62 ribu kemungkinan ‘kejutan’ di rumah sakit. 62 ribu keluarga yang sewaktu-waktu bisa kehilangan perlindungan kesehatan saat kondisi darurat datang,” ungkapnya.

Ketika kartu PBI mendadak nonaktif, terang Yaya, pasien tidak selalu menerima notifikasi yang memadai. Tidak ada tenggat waktu yang jelas. Tidak ada pendampingan yang sistematis. Yang ada hanya satu kenyataan pahit, saat sakit, administrasi harus lebih dulu dibereskan.

“Secara teori, rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Namun dalam praktiknya, pasien sering diarahkan dari satu meja ke meja lain,  ke loket, ke fotokopi, ke aplikasi, ke kantor desa, ke dinas sosial  sebelum akhirnya kembali ke IGD dengan kondisi yang semakin memburuk. Negara menyebutnya prosedur. Masyarakat merasakannya sebagai penderitaan,” ucapnya getir.

Pasien Kronis Tidak Bisa Menunggu

Dampak kebijakan ini terasa paling berat bagi pasien penyakit kronis. Dicontohkan anggota dewan itu, pasien gagal ginjal stadium 5 yang harus menjalani hemodialisa secara rutin. Ketika datang sesuai jadwal, ia diberitahu bahwa kepesertaan BPJSnya tidak aktif dan harus diurus terlebih dahulu. Ia terpaksa pulang tanpa perawatan.

Pada jadwal berikutnya pun belum ada kejelasan. Dengan keterbatasan ekonomi, keluarga akhirnya mendaftarkan BPJS Mandiri demi menyelamatkan nyawa.

“Padahal pasien hemodialisa tidak boleh melewatkan jadwal. Jika terlambat, tubuh biasnya membengkak, napas sesak, racun menumpuk dalam darah. Dalam waktu singkat dapat terjadi aritmia jantung bahkan henti jantung,” terangnya.

Verifikasi dan sinkronisasi data memang penting. Namun, tegas Yaya, menghentikan layanan kesehatan bagi pasien kronis karena administrasi yang belum selesai sama saja membiarkan kondisi pasien memburuk secara perlahan. Pasien kronis tidak bisa menunggu sistem yang lambat.

“Dalam rapat bersama Dinas Sosial, telah disampaikan agar pasien dengan penyakit kronis diprioritaskan untuk segera diaktifkan kembali kepesertaannya. Namun hingga kini, belum ada data yang transparan mengenai, berapa jumlah yang telah diaktifkan kembali ? Berapa pasien kronis yang masih terdampak?  Semoga Dinsos merespon cepat dalam kondisi seperti ini,” tuturnya.

Yaya menyebut masalah klasik ini kembali pada satu hal data yang tidak sinkron dan koordinasi yang belum optimal. Akibatnya muncul apa yang dapat disebut sebagai fenomena kejutan di rumah sakit,  masyarakat baru mengetahui kepesertaannya non-aktif ketika sedang sakit dan membutuhkan layanan segera.

“Situasi seperti ini tidak boleh terus berulang. Negara tidak boleh cuci tangan. Kita tidak boleh saling melempar tanggung jawab. Pemerintah pusat, BPJS, kementerian terkait, dan pemerintah daerah harus duduk bersama dan memastikan tidak ada pasien kronis yang menjadi korban persoalan administrasi,” pesannya tegas.

Seharusnya, lanjut Yaya, minimal ada notifikasi satu bulan sebelum penonaktifan kepesertaan, agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki data sebelum berada dalam kondisi darurat medis.

“Kesehatan adalah hak konstitusional warga negara. Ia bukan sekadar angka dalam sistem. Ketika sistem bermasalah, yang harus diselamatkan adalah manusianya bukan sekadar prosedurnya. Karena pada akhirnya, ukuran keadilan sosial bukanlah seberapa rapi data yang kita miliki, melainkan seberapa cepat negara hadir ketika rakyatnya sedang berjuang antara hidup dan mati,” tuturnya di akhir. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kuningan selama tiga hari terakhir, Rabu hingga Jumat (11-13/2/2026), mengakibatkan sedikitnya 19 titik bencana banjir dan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si kembali melakukan rotasi mutasi untuk beberapa pejabat eselon 2, dan ratusan eselon...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kuningan terus menunjukkan komitmennya memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Siang ini, sekitar pukul 14.00 WIB, Pemerintah Kabupaten Kuningan menjadwalkan pelaksanaan mutasi dan rotasi pejabat eselon. Agenda tersebut akan digelar di...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan wilayah konservasi yang memiliki fungsi vital sebagai daerah tangkapan air, habitat keanekaragaman hayati, serta penyangga...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Kuningan menjalani kegiatan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) melalui kunjungan ke PT Balatif, Selasa (10/2/2026)...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Jalan di jalur Dusun Pahing RT 6 RW 2 Desa Cimulya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, yang sebelumnya tertutup material longsoran, kini...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pentolan LSM AKAR, aktivis pecinta lingkungan, Amalo, hampir dipukuli oleh sejumlah massa yang diduga penyadap pinus di Gunung Ciremai, Kamis (12/2/2026)....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Satpol PP Kabupaten Kuningan melaksanakan penanganan terhadap seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeluyuran tanpa busana di Jalan Raya Cipondok,...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Kontribusi objek Wisata Waduk Darma dipersoalkan oleh desa desa penyangga yang ada di Kecamatan Darma (8 desa), di luar dari Desa...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Kuningan melaksanakan kegiatan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) melalui kunjungan ke UPT Laboratorium Herbal Materia...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan pada Rabu (11/2/2026) sore hingga malam mengakibatkan satu rumah milik warga lanjut usia di Desa...

Ragam

KUNINGAN (MASS) –  Setelah dilaksanakannya RAPIMPURDA (Rapat Pimpinan Paripurna Daerah) pada Sabtu, 7 Februari 2026, DPD KNPI Kabupaten Kuningan memasuki tahapan menuju MUSDA (Musyawarah...

Teknologi

KUNINGAN (MASS) – PT PLN Persero massif membangun sarana pendukung atau infrastruktur untuk kendaraan listrik, termasuk massif membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)...

Nasional

SPORT (MASS) – Persib Bandung harus menelan pil pahit setelah kalah 3-0 dari Ratchaburi FC dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar AFC Champions...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sebuah insiden terjadi di SDN 1 Maniskidul ketika gudang alat dan aset sekolah ambruk. Meskipun kejadian ini membuat geger banyak pihak,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Curah hujan tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kuningan pada Rabu (11/2/2026) menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga memicu banjir di beberapa...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Banyaknya permasalahan mengenai pembuatan sertifikat tanah di Kabupaten Kuningan membuat masyarakat semakin resah. Beberapa sertifikat yang seharusnya sudah diterima oleh pemiliknya...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemuda biasanya disebut sebagai tonggak peradaban suatu wilayah, termasuk di Kabupaten Kuningan. Namun ternyata, Disporapar hingga saat masih dalam proses pemetaan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Ciawigebang dengan harga Rp 80 ribu kembali muncul. Meskipun...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – APJATEL menyatakan komitmennya untuk melakukan penataan kabel di Kabupaten Kuningan dengan merubah sistem penempatan kabel menjadi bawah tanah (ducting) sepanjang 3,8...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan melalui keberadaan Curug Bungawari. Objek wisata alam ini menyuguhkan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun Anggaran 2026, Kodim 0615/Kuningan menggelar kegiatan donor...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pasca pimpinan dewan mendatangi beberapa lembaga di luar PAM Kuningan yang terkait dengan pengolahan air (mulai dari PDAM kanupaten kota, hingga...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Diskursus mengenai penggunaan Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar penetapan tunjangan DPRD perlu ditempatkan dalam kerangka hukum administrasi negara dan pengelolaan...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Peristiwa dugaan penipuan penukaran uang koin senilai Rp1 juta terjadi di dua kedai makanan, Ayam Guling Enako dan Hisana Fried Chicken,...