KUNINGAN (MASS) – Pentolan LSM AKAR, aktivis pecinta lingkungan, Amalo, hampir dipukuli oleh sejumlah massa yang diduga penyadap pinus di Gunung Ciremai, Kamis (12/2/2026).
Video itu beredar cepat di media sosial. Kejadiannya, berlatar di sekitar Kantor Pemkab Kuningan area Kuningan Islamic Center (KIC).
Dalam video yang beredar, nampak massa yang emosi mengeluarkan kata-kata kasar kepada Amalo. Bahkan ada yang menantang duel. Narasinya, mereka tak terima dibilang maling.
Ketua Umum LSM AKAR, Rizki Rama Eka Saputra, menjelaskan awal mula keadaan tersebut terjadi. Awalnya, ada kedatangan penasihat umum Menteri ke TNGC lalu ke Bupati.
Disanalah, Amalo menyampaikan pendapat terkait gejolak yang ada di Ciremai, termasuk penyadapan pinus. “Mereka (yang hampir ribut itu) tidak terima ya, itu terjadi rangkaian kejadian perundungan di parkiran itu,” kata Eka.
Setelah kejadian tersebut, LSM AKAR tetap tegas sikapnya menolak dan keberatan terhadap penyadapan pinus di Gunung Ciremai. Eka menegaskan pihaknya akan tetap bersuara apa adanya, tanpa dikurangi apapun.
Selain itu, LSM Akar bahkan merilis video di Instagram, berisi potret penyadapan pinus di kawasan TNGC. Selain berisi potret penyadapan, video juga berisi rekaman suara Amalo, yang berpendapat keras tentang hal tersebut, dan pendapatnya tentang hampir dikeroyok.
Sementara, KTH Silihwangi yang diduga terlibat dalam “kericuhan” dengan Amalo di parkiran Kantor Pemkab Kuningan, kala dikonfirmasi tengan hal tersebut, belum memberikan jawaban resmi. (didin/raqib)








