KUNINGAN (MASS) – Masalah sampah di Kabupaten Kuningan masih belum terpecahkan dengan baik. Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengungkapkan keprihatinannya terkait isu tersebut. Secara khusus, ia juga menyinggung minimnya sarana pengangkut sampah.
“Saya baru tahu tentang hal ini. Saya paling konsen terhadap sampah, sebagaimana disampaikan oleh Pak Presiden, kita perang terhadap sampah,” tegasnya saat ditemui di kantornya pada Senin (9/2/2026).
Bupati Dian menjelaskan saat ini Kabupaten Kuningan memiliki 19 kontainer sampah, sementara jumlah yang dibutuhkan sekitar 36 hingga 37 kontainer.
“Tadi pagi sudah ada Kadis LH membicarakan persoalan yang memang hari ini Kuningan memiliki ada 19 kontainer dan yang dibutuhkan sekitar 36-37 udah pada rusak semua. Sudah puluhan tahun,” tambahnya.
Merespon keadaan ini, Bupati menegaskan tekadnya untuk bergerak cepat. Banyaknya permasalahan dalam pengelolaan sampah ini menjadi perhatian utama.
“Insya Allah saya akan bergerak cepat. Ada 19 kontainer yang harus kita sediakan untuk menampung sampah sampah di seputar Kuningan dan sekitarnya,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kuningan sudah mencapai over kapasitas. Ia mengakui sarana prasarana untuk pengelolaan sampah di Kuningan sudah tidak memadai, termasuk truk yang sudah banyak yang rusak.
“Jadi memang ini sampah ini banyak persoalan. Ada enam bulan atau satu tahun kedepan harus kita berpikir keras juga, sarana prasarana sampah juga sudah tidak memadai ya truk juga sudah pada rusak.” tegasnya.
Mengenai solusi, Bupati menyebutkan upayanya untuk mendapatkan truk baru. Ia menjelaskan pertemuan dengan pihak perbankan himbara untuk meminta dukungan dan kepedulian terhadap masalah sampah di Kuningan.
“Kemarin kita lobi lobi kan dapat dua yang baru. Saya minta kepedulian merekakan dari perbankan himbara. Saya undang makan pagi di pendopo. Saya minta kepedulian mereka, mereka berupaya di Kuningan bekerja di Kuningan. Saya mohon kepeduliannya. Saya minta satu CSR nya untuk persampahan. Saya masih menunggu jawaban mereka. Saya sudah melayangkan surat. Kita ikhtiar terus. Kita fokus dalam persoalan sampah,” pungkasnya. (raqib)








