KUNINGAN (MASS) – Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan internasionalisasi pendidikan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional mahasiswa di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kegiatan dilakukan berbarengan dengan agenda perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama kedua institusi.
Monitoring dan evaluasi (Monev) dipimpin langsung oleh Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., didampingi Wakil Rektor Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., serta Direktur Direktorat Kelembagaan, Kerjasama, dan Perencanaan Dr. Casnan, M.Si.
Monev dilakukan untuk memastikan pelaksanaan KKN Internasional berjalan sesuai dengan tujuan akademik dan pengabdian masyarakat, sekaligus mengevaluasi dampak program terhadap peserta didik di SIKL serta pengembangan kompetensi mahasiswa UM Kuningan.
Dalam kunjungan tersebut, pimpinan UM Kuningan berdialog langsung dengan pihak SIKL, guru pamong, serta mahasiswa peserta KKN Internasional. Evaluasi difokuskan pada aspek implementasi program pembelajaran, penguatan karakter siswa, adaptasi budaya, serta kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan pendidikan di lingkungan sekolah.
Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyampaikan bahwa KKN Internasional merupakan bagian penting dari strategi internasionalisasi kampus sekaligus sarana pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki wawasan global.
“Melalui KKN Internasional, mahasiswa tidak hanya belajar mengabdi, tetapi juga mengembangkan kompetensi lintas budaya, komunikasi internasional, serta kepemimpinan. Monev ini memastikan program berjalan berkualitas dan memberi manfaat nyata bagi mitra,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, UM Kuningan dan SIKL juga melakukan perpanjangan MoU sebagai bentuk penguatan komitmen kerja sama berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan, praktik mengajar internasional, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan program kolaboratif lainnya.
Wakil Rektor Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., menambahkan bahwa keberlanjutan kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen UM Kuningan untuk terlibat dalam aktivitas akademik bertaraf internasional.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kelembagaan, Kerjasama, dan Perencanaan, Dr. Casnan, M.Si., menegaskan bahwa hasil Monev akan menjadi dasar penyempurnaan model KKN Internasional ke depan agar lebih terstruktur, terukur, dan berdampak.
“Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Kuningan menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan berorientasi global, sekaligus berkomitmen menghadirkan program pengabdian masyarakat internasional yang berkualitas dan berkelanjutan,” tegas Casnan. (eki)







