Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Kantor PAM Tirta Kamunigan. (Foto: dok Kuninganmass)

Headline

Kerjasama dengan Perumdam Indramayu Tak Sumbang PNBP? TNGC Sebut PAM Kuningan Tak Lapor Penggunaan Air

KUNINGAN (MASS) – Selain SP-3 dari BBWS Cimanuk Cisanggarung, kerjasama penjualan air antara PAM Kuningan dan Perumdam Indramayu bernilai milyaran rupiah itu, disinyalir tak menyumbang PNBP.

Pasalnya, meski diakui Direktur Perumdam Indramayu bahwa sudah kerjasama selama 8 bulan terakhir, membayar hampir Rp 1 Milyar setiap bulan, Kemenhut melalui BTNGC justru tak mengetahui penggunaan air dari Talaga Nilem dan Talaga Remis yang dialir ke Indramayu.

Hal itu dikonfirmasi Urusan Administrasi Pelayanan Perizinan BTNGC Asep Wahyudin. Ia mengaku, hingga saat ini belum ada laporan penggunaan air di dua mata air tersebut, padahal sudah tutup tahun. Terakhir kali pihaknya hanya menerima laporan progres pengerjaan sarana prasarana.

“Berdasarkan data TNGC: pembangunan sarana prasarana talaga nilem dan talaga remis dalam rangka pelaksanaan IUPA PAM Kuningan mulai Juli 2024 sd Desember 2024 selesai. PAM Kuningan mulai membuat laporan bulanan pada bulan Juli 2024 sd April 2025 isinya laporan progres pembuatan sarana prasarana,” ujarnya, Kamis (5/2/2026) kemarin.

Padahal, penggunaan air ini harusnya dilaporkan dan akan menjadi dasar penagihan PNBP (penerimaan negara bukan pajak). Tanpa laporan, penggunaan air ini bisa saja diasumsikan sebagai pengemplang PNBP.

Dikatakan pihak BTNGC, IUPA Talaga Temis dan Talaga Nilem berdasarkan SK yang dimiliki oleh PAM Kuningan, dan kini digunakan untuk pengaliran ke Indramayu, masuk dalam skala usaha kecil.

“Berdasarkan PP 36 tahun 2024, PNBP yang dibayar sebesar volume (m3) penggunaan x 4% harga dasar air PAM setempat,” kata Asep.

Meski saat dikonfirmasi, baik secara langsung maupun via seluler, PAM Kuningan belum juga memberikan jawaban secara resmi, namun sebelumnya PAM pernah merilis penggunaan air di media massa.

Dalam keterangan resmi PAM Kuningan, penggunaan air untuk Perumdam Indramayu, cukup besar. Bahkan di kisaran 100 liter/detik hingga 179 liter/detik.

Meskipun, angka-angka tersebut sempat disanggah oleh Direktur Perumdam Indramayu, yang mengaku sempat menerima kurang dari 100 liter/detik, dan komplein secara terbuka. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like