KUNINGAN (MASS) – Dalam beberapa hari terakhir, kita disuguhkan dengan sebuah kejadian pilu yang sangat menyentuh hati. Seorang siswa yang mengakhiri hidupnya karena hal sepele, yang harus berjuang keras untuk mendapatkan hak-haknya sebagai siswa yang berhak mendapatkan pendidikan. Kejadian ini seharusnya menjadi sebuah pukulan bagi dunia pendidikan, terutama bagi pemerintah, untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka dia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Bukhari)
Kejadian siswa yang mengakhiri hidupnya ini bukanlah yang pertama, dan semoga kejadian ini yang terakhir. Namun, kita harus bertanya, apa yang telah kita lakukan untuk membantu mereka? Apakah kita hanya akan terus berbicara tentang teori-teori pendidikan, tanpa melakukan aksi nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan?
Allah SWT berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2)
Kita harus mengakui bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia, dan setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun, realitasnya, masih banyak anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan karena faktor ekonomi.
Jadi, mari kita berbuat sesuatu untuk membantu anak-anak yang membutuhkan. Mari kita tingkatkan kepedulian kita terhadap orang yang kurang mampu, dan jangan hanya berbicara tentang teori-teori pendidikan. Mari kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.
“Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).
Semoga Allah SWT melindungi bangsa ini dari hal yang tidak diinginkan. Amin.
Imam Nur Suharno
Penulis Buku Membentuk Karakter Peserta Didik dan Pendidik di Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat







