KUNINGAN (MASS) – Penerangan jalan di Jalan Eyang Kyai Hasan Maolani atau jalan lingkar timur Kuningan yang menggunakan solar panel, dianggap tidak efektif terutama saat minim cahaya matahari seperti disebabkan cuaca saat ini. Menurut Kasi Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan Didin, dikayakan sebetulnya ada perbedaan pengelolaan dua ruas jalur tersebut.
Dikatakan, jalan dari Tugu Sampora hingga perempatan sebelum bukit yang terbelah telah memiliki sistem penerangan yang baik sejak lama karena termasuk dalam program Kuningan Caang.
“Sebenarnya itu terbagi dua, penerangan di ruas jalan awal yang dari tugu ikan sampora sampai sebelum bukit yang terbelah itu sudah ada sejak 2024 dan dirawat secara berkala,” ujarnya kala ditemui di ruangannya.
Namun, kondisi berbeda terdapat pada ruas jalan dari bukit yang terbelah hingga ke Tugu Sejati. Ruas jalan ini baru disahkan dan dialihkan kepemilikannya pada tahun 2025.
“Beda dengan yang dari bukit yang terbelah itu sampai tgu sajati, baru tahun lalu pengesahan dan pemberian namanya,” tuturnya.
Kaitan dengan PJU disana ia menjelaskan awalnya ada dua skema penerangan yang berbeda, namun saat ini karena sudah di sahkan maka pengelolaannya akan menyeluruh. Termasuk yang awalnya menggunakan solar panel, itu akan dipasang kabel listrik demi pencahayaan yang optimal.
“Sebelumnyakan menggunakan solar panel untuk pencahayaannya, tapi kan redup dan secara kondisi alam tidak cukup efektif di Kabupaten Kuningan yang memiliki iklim lembab,” jelasnya.
Sebagai solusi, Dinas Perhubungan berencana untuk memasang kabel listrik biasa untuk penerangan. Dengan begitu, diharapkan penerangan di jalan Eyang Hasan Maulani akan lebih optimal dan dapat menyinari jalan hingga larut malam.
“Rencananya juga kami nanti akan memasang kabel untuk titik cahaya yang tidak terang secara optimal,” pungkasnya. (raqib)







