KUNINGAN (MASS) – Kolaborasi apik ditunjukkan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Sosmas bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ar-Rihlah Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan. Sebanyak 10 mahasiswa Farmasi terjun langsung mengabdi dan mengajar di TK Aisyiyah 5 Ciporang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang digelar serentak di tiga titik, yakni Cihirup, Caracas, dan Ciporang. Di TK Aisyiyah 5 Ciporang sendiri, para mahasiswa disambut antusias oleh 15 siswa yang terdiri dari 12 perempuan dan 3 laki-laki.
Mengusung konsep fun learning, para mahasiswa tidak hanya mengajarkan materi dasar baca-tulis-hitung (Calistung), tetapi juga mengenalkan berbagai jenis profesi sejak dini. Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari latihan menebalkan huruf, berhitung dengan gambar profesi, hingga melatih motorik halus melalui kegiatan menggunting dan menempel stiker profesi pada alat transportasinya.
Koordinator Mahasiswa, Dhiyaa Abdillah Ghiffara, mengungkapkan kekagumannya terhadap dedikasi para guru di sekolah tersebut. Menurutnya, pengalaman melihat langsung cara mendidik Ibu Ena dan Ibu Devia—yang telah mengabdi lebih dari satu dekade—memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa.
“Kami merasa kagum betapa mulianya peran guru. Mereka memegang peran vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk moral generasi penerus. Bagi kami, mendidik anak-anak usia dini adalah tugas mulia layaknya tugas para nabi dalam meneruskan ilmu pengetahuan,” ujar Dhiyaa.
Selain materi umum, nuansa keagamaan terasa kental sejak pagi. Kegiatan diawali pukul 07.00 WIB dengan mengaji Iqro, hafalan doa harian, hadis pendek, hingga praktik adab sopan santun. Para mahasiswa juga dibuat takjub dengan kemandirian siswa yang sudah diajarkan toilet training dan kedisiplinan sejak dini.
Pihak TK Aisyiyah 5 menyambut positif kehadiran mahasiswa. Perwakilan guru menekankan bahwa kunci pendidikan anak usia dini adalah kesabaran. Dikatakan, mengajar anak-anak itu harus penuh dengan sabar dan konsisten. Tujuannya satu, agar tercipta generasi muslim yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta cerdas dan mandiri. (eki)







