KUNINGAN (MASS) – Kejadian pohon tumbang kembali terjadi di Kabupaten Kuningan akibat cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon mahoni tumbang dan menimpa dua bangunan warung sate serta satu unit mobil di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Senin (2/2/2026)
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, wilayah setempat diguyur hujan lebat disertai angin kencang sehingga pohon mahoni setinggi kurang lebih 20 meter dengan diameter sekitar 150 sentimeter tumbang secara tiba-tiba di depan warung sate milik korban.
“Pohon tumbang menimpa dua bangunan warung sate dan satu unit kendaraan roda empat yang sedang terparkir, mengakibatkan kerusakan cukup signifikan,” ujar Andri.
Andri menyampaikan saat itu, pemilik warung sate ayam, Santoso (50), yang beralamat di RT 14 RW 4 Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, langsung menghubungi Call Center UPT Damkar Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi dan pembersihan material pohon.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkar menurunkan lima anggota piket Regu 1 untuk melakukan evakuasi, Proses itu dibantu unsur BPBD, Polsek Cilimus, Koramil Cilimus, Camat Cilimus beserta jajaran, Kepala Desa Bojong dan perangkat desa, serta warga sekitar. Penanganan berlangsung hingga pukul 22.25 WIB dengan total waktu pengerjaan sekitar empat jam.
Menurut Andri, proses evakuasi baru dapat dilakukan sebatas pembersihan material pohon yang menimpa bangunan warung. Bagian pangkal pohon yang menimpa satu unit mobil Escudo tahun 1996 milik Santoso belum dapat dievakuasi sepenuhnya karena ukuran batang yang sangat besar serta keterbatasan teknis, ditambah kondisi waktu yang sudah larut malam.
“Demi keamanan dan efektivitas, proses penanganan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materiil cukup besar, diantaranya rusaknya bangunan Warung Sate Kambing milik Ibu Pebrina seluas kurang lebih 100 meter persegi, bangunan Warung Sate Ayam milik Bapak Santoso seluas sekitar 50 meter persegi, serta satu unit mobil Escudo tahun 1996.
Andri menambahkan, penundaan penanganan berpotensi menimbulkan ancaman tambahan, seperti kerusakan struktur bangunan yang semakin parah akibat beban pohon yang berat, serta risiko keselamatan bagi warga sekitar apabila terjadi pergeseran material pohon akibat cuaca yang masih tidak menentu.
Damkar Kuningan menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi pohon tumbang, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta menghindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar guna mencegah terjadinya korban jiwa di kemudian hari. (didin)







