KUNINGAN (MASS) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unisa kembali menggelar kegiatan Latihan Kader (LK I) untuk kedua kalinya. Kegiatan yang berlangsung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kuningan, Jumat (30/1/2026) tersebut diikuti oleh 27 peserta dari berbagai komisariat di Kuningan.
LK I itu bertujuan sebagai proses awal pembentukan kader HMI yang berkarakter, disiplin, dan memiliki kesadaran intelektual dalam menuntut ilmu. Kegiatan dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari dua malam, terhitung sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026, dengan berbagai materi perkaderan yang telah disiapkan oleh panitia.
Ketua Umum HMI Komisariat Unisa, Bintang Pujakusuma, menjelaskan perkaderan merupakan usaha organisasi yang dilakukan secara sadar dan sistematis. Menurutnya, kesadaran tersebut tercermin dari kesediaan para peserta mengikhlaskan waktu libur akademik mereka untuk mengikuti proses pembinaan selama tiga hari dua malam.
“LK I ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga bertujuan membentuk kedisiplinan kader baru agar terbiasa dengan kehidupan akademis dan perjuangan intelektual,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan LK I, turut dihadiri oleh perwakilan KAHMI HMI Unisa Sopandi, Ketua Umum HMI Cabang Kuningan Muhammad Naufal Harits, serta kader-kader HMI Cabang Kuningan.
Pada kesempatan itu, Sopandi menekankan pentingnya kegelisahan intelektual bagi kader HMI dalam memandang berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia menyampaikan kader HMI harus memiliki kesadaran hidup sebagai landasan berpikir kritis dalam merespons persoalan sosial.
“Kader-kader HMI harus mempunyai kegelisahan dalam memandang fenomena yang terjadi, kader HMI juga harus memiliki kesadaran dalam hidup sebagai landasan untuk berpikir kritis dalam menanggapi penomena sosial,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhammad Naufal Harits, menekankan kader HMI harus memiliki semangat tinggi dalam menggapai ilmu pengetahuan. Ia menyebut LK I sebagai pintu awal menuju pembentukan kader HMI yang berkarakter insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam.
“LK I adalah langkah awal untuk membentuk kader yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT,” ungkapnya.
Melalui LK 1 tersebut HMI Komisariat Unisa berharap dapat melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, daya kritis, serta komitmen keislaman dan keindonesiaan dalam menghadapi tantangan zaman. (didin)







