Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Ilustrasi berbagai aktivitas di Gunung Ciremai. (Foto: AI)

Headline

“Logika Untuk Menjaga dan Logika untuk Menjual Tidak Pernah Sejalan…”

KUNINGAN (MASS) – Kondisi Gunung Ciremai yang dulunya dipuja sebagai “ibu” yang diam dan memberi, kini diperlakukan seperti etalase swalayan. Setiap sudutnya diberi harga, dan setiap sumber daya alamnya dimanfaatkan untuk keuntungan ekonomi. Keprihatinan tentang Gunung Ciremai itulah yang disampaikan akademisi Kuningan, Andriyana, pada Jumat (23/1/2026).

Andriyana menjelaskan eksploitasi terhadap Ciremai tidak selalu terdengar dengan suara keras. Jalur pendakian diperlebar, titik foto diperbanyak, dan alam dipaksa agar terlihat menarik di media sosial.

“Sekarang, eksploitasi datang dengan cara yang lebih halus seperti wisata berkelanjutan,” jelasnya.

Ironisnya, di tengah proyek-proyek wisata ini, masih banyak sampah plastik yang berserakan di sekitar. Spanduk-spanduk bertuliskan “cinta alam” berdiri di tengah kekacauan tersebut.

“Pendidikan lingkungan sering disampaikan sambil menjual tiket dan paket pengalaman alam,” tambahnya.

Andriyana juga menyoroti masalah penyadapan karet dan penebangan liar yang terjadi diam-diam. Pohon-pohon ditebang sedikit demi sedikit dengan dalih menggerakkan ekonomi lokal. Namun, dampak ekologisnya sangat besar.

“Sekali samudera ekologis terganggu, kerusakannya akan berantai,” tandasnya.

Salah satu masalah paling serius adalah komersialisasi air, yang memaksa mata air alami untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber air yang dibentuk selama ribuan tahun terpaksa dieksploitasi untuk keuntungan.

“Air yang diperlukan untuk keberlangsungan hidup harusnya tetap di lahan konservatif,” ujarnya.

Andriyana menegaskan bahwa masalah utama bukan hanya pada aspek ekonomi, tetapi pada ketidakjujuran dalam konsep konservasi. Kawasan konservasi dan kawasan ekonomi harus dipisahkan dengan tegas.

“Logika untuk menjaga dan logika untuk menjual tidak pernah sejalan,” lanjutnya.

Saat ini, cara pandang yang kapitalistik juga merembes ke dalam kurikulum pendidikan. Ini menciptakan generasi yang berbicara tentang ekonomi hijau, tetapi kurang memahami arti sebenarnya dari menjaga lingkungan.

“Anak-anak diajarkan mencintai alam, tetapi juga diajari bahwa alam hanya berharga jika bisa dimonetisasi,” katanya.

Menjaga Ciremai harus menjadi tanggung jawab moral kita semua, karena alam tidak dapat berbicara, protes, atau bernegosiasi. Keputusan ada di tangan manusia: menjaga atau menjual.

Ia menekankan tanggung jawab kolektif dalam menjaga Gunung Ciremai. “Kita tidak hanya perlu lebih banyak slogan, tetapi keberanian untuk mengatakan cukup pada eksploitasi,” pungkasnya. (raqib)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Polres Kuningan melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) tengah melakukan penyelidikan terkait pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air di kawasan Taman...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pasca diisukan adanya salah satu aparat desa yang terlibat di perusahaan pengolahan air illegal di Ciremai, Kepala Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dalam sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM ke Kuningan, kemarahan Kuwu Cikalahang Kusnan ke Direktur PAM Kuningan Ukas Suharfaputra...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Saat inspeksi mendadak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM ke Kabupaten Kuningan baru-baru ini, orang Desa Cikalahang Kec Dukupuntang Kab...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada Sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, di wilayah Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2026), Bupati dan Wakil Bupati Kuningan tidak...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Isu pengelolaan mata air di Kabupaten Kuningan terus mencuat belakangan ini. Meskipun jadi topik hangat, mata air yang di sekitar Palutungan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Gunung Ciremai memiliki peran vital sebagai kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) bagi wilayah Kabupaten Kuningan, Majalengka, Cirebon, dan sekitarnya. Kawasan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Ady Sularso, angkat bicara perihal sentilan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, terhadap...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Aktivitas pembukaan lahan dan penebangan pohon secara masif di kawasan kaki Gunung Ciremai menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya keseimbangan alam serta meningkatnya...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pasca audiensi pengelolaan pemanfaatan air dari Gunung Ciremai, Bupati Kuninan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si menegaskan tidak akan memberhentikan...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Dua Hotel di Kecamatan Cigugur menjadi tempat menikmati malam tahun baru di Kuningan karena dekat dengan kawasan wisata populer. Selama malam...

Bisnis

‎‎KUNINGAN (MASS) – Buat kalian yang masih bingung cari tempat healing akhir pekan yang nyaman, udara sejuk, tapi fasilitasnya tetap on point bareng keluarga?...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Menutup akhir tahun, persoalan tata kelola hutan dan lereng Gunung Ciremai masih menjadi persoalan hangat yang banyak dipertanyakan masyarakat Kuningan. Agenda...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi pada momen Natal dan Tahun Baru kali ini adalah Waduk Darma. Di tempat ini,...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Kawasan wisata di kaki Gunung Ciremai masih jadi magnet pengunjung selama libur Natal dan tahun baru ini. Bahkan, satu tempat wisata...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Polemik alih fungsi lahan di Kuningan terpaku pada salah satu regulasi yang sampai saat ini belum di sahkan yaitu RTRW (Rencana...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Banjir yang menimpa sebagian wilayah Cirebon dan diasosiasikan limpahan dari Gunung Ciremai karena berada di hilir/bawah gunung, tidak diamini begitu saja...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah kawasan wisata dan tempat ngopi di wilayah Cisantana, Kabupaten Kuningan, terpantau masih belum ramai dikunjungi wisatawan meski telah memasuki masa...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Cukup dengan bayar 3 ribu rupiah pemandangan eksotis waduk darma bisa dinikmati dari Taman Desa Jagara Kecamatan Darma. Kawasan wisata Waduk...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pengamat kebijakan publik sekaligus warga lereng Gunung Ciremai, H Abidin SE menyayangkan terjadinya banjir besar di Cirebon, yang ditenggarai kiriman dari...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Di lereng gunung sering dianggap masalah teknis: masalah izin, tata ruang, atau pelanggaran administratif. Namun ketika kerusakan itu terjadi bertahun-tahun dan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan melaksanakan pemasangan rambu-rambu penunjuk arah objek wisata di sejumlah jalur strategis wilayah Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini...

Wisata

KUNINGAN (MASS) — Keputusan Gubernur Jawa Barat yang baru saja menandatangani moratorium penerbitan izin pembangunan perumahan di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025), menjadi...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah massa aksi melakukan unjuk rasa di depan kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNG) Kabupaten Kuningan, Rabu (10/12/2025) siang. Dalam...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik terkait pembukaan jalan yang disebut-sebut menyerupai sirkuit serta penggunaan alat berat di kawasan lereng Gunung Ciremai akhirnya dijawab oleh manajemen...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Salah satu warga Perumahan di Kecamatan Cigugur, Faisal, secara terbuka mengakui masih ada kendala soal pasokan air bersih. Di Perumahan yang...