KUNINGAN (MASS) – Kuota haji Kabupaten Kuningan tahun 2026 bergantung sepenuhnya pada kuota Provinsi Jawa Barat. Hal itu yang disampaikan Kasi Bina dan Layanan Haji Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Kuningan, Nur M Nurul Komar, saat memberikan penjelasan terkait kuota haji.
Menurut Nurul Komar, saat ini sistem kuota tidak lagi ditetapkan per kabupaten, melainkan mengikuti kuota provinsi. Jawa Barat sendiri memiliki kuota sebanyak 29.643 jemaah, dan dari jumlah tersebut nantinya akan ditentukan berapa jatah yang diperoleh masing-masing kabupaten, termasuk Kuningan.
“Kuota kabupaten itu sekarang beralih ke kuota provinsi. Nanti diberikan jatah jemaah, ketika kuota provinsi sudah terpenuhi 29 ribu sekian, nanti akan dilihat dan Kuningan mendapatnya berapa,” ujar Nurul Komar, Senin (19/1/2025).

Di Kuningan sendiri, untuk tahap pertama pelunasan biaya haji mendapat alokasi 350 jemaah. Namun, hingga batas waktu pelunasan tahap pertama yang berlangsung pada 24 November hingga 23 Desember 2025, hanya 258 jemaah yang melakukan pelunasan.
Pada pelunasan tahap kedua yang dibuka mulai 2 Januari hingga 9 Januari 2026, tercatat 421 jemaah kembali melunasi biaya haji. Dengan demikian, total jemaah Kuningan yang telah melunasi biaya haji hingga batas akhir pelunasan mencapai 679 orang.
“Total pelunasan tahap pertama 258 ditambah 421 di tahap kedua, jadi keseluruhan jemaah yang melunasi itu ada 679 orang untuk tahun ini di Kuningan,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kepastian keberangkatan, Nurul Komar menyebutkan jumlah jemaah yang bisa berangkat masih menunggu penetapan kuota dari Provinsi Jawa Barat. Ia berharap seluruh jemaah yang telah melunasi bisa diberangkatkan tahun ini.
“Mudah-mudahan dari jumlah sekian itu bisa masuk semua dan berangkat semua tahun ini. Itu harapan kita,” katanya.
Lebih lanjut, mengenai kemungkinan penambahan kuota, pihaknya masih menunggu keputusan. Secara nasional, kuota haji Indonesia tahun ini mencapai 221.000 jemaah. Namun, apakah akan ada tambahan kuota untuk Jawa Barat dan berdampak ke Kuningan, masih belum dapat dipastikan.
“Kalau kuota provinsinya bertambah, mudah-mudahan ada imbas ke kabupaten-kabupaten. Kalau 679 ini bisa berangkat semua, otomatis itu sudah bertambah dari kuota awal 350,” tutupnya. (didin)











