KUNINGAN (MASS) – Pada rangkaian Pemilihan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAI Kuningan (STAIKU), komisariat menggelar debat kandidat calon ketua pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan berlangsung di Kampus STAI Kuningan dan diikuti dengan penuh khidmat oleh kader PMII.
Debat kandidat itu mengusung tema “Meneguhkan Peran PMII STAIKU sebagai Katalisator Gerakan Intelektual dan Sosial di Era 5.0 serta Strategi Konkret dalam Menghadapi Transisi Peradaban.” Tema tersebut menjadi pijakan utama dalam menguji gagasan, visi, dan kapasitas kepemimpinan para calon ketua.
Hadir sebagai panelis dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan, Mh Khadafi Mufti, serta Ketua Cabang PMII Kabupaten Kuningan, Rizal Nurfahrozy.
Debat kandidat menjadi ajang uji kelayakan dan kapasitas intelektual para calon nahkoda baru PMII STAIKU. Melalui forum tersebut, para calon dituntut mampu memaparkan rancangan program, sikap strategis, serta keputusan visioner demi kepentingan kolektif dan keberlanjutan gerakan organisasi.
Dalam pemaparannya, Khadafi Mufti menegaskan pentingnya nilai inklusivitas dan pola kerja sama yang sehat dalam tubuh organisasi. Ia menekankan bahwa PMII STAIKU harus mampu memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah dalam rangka meningkatkan pemberdayaan kader dan masyarakat secara luas.
“PMII harus hadir sebagai organisasi yang inklusif, terbuka, dan mampu menjalin sinergi tanpa kehilangan daya kritisnya. Dengan begitu, peran PMII sebagai kekuatan intelektual dan sosial akan semakin terasa,” ujar Khadafi.
Ia juga menambahkan marwah organisasi perlu terus dipoles secara masif agar identitas PMII sebagai organisasi pergerakan yang berpengaruh dan berkualitas dapat kembali terlihat nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Cabang PMII Kuningan, Rizal Nurfahrozy, menguatkan kembali urgensi kaderisasi sebagai langkah visioner dalam pembangunan organisasi. Menurutnya, kaderisasi merupakan fondasi utama yang menentukan arah dan masa depan PMII.
“Keberhasilan PMII ke depan sangat ditentukan oleh keseriusan dalam merawat sistem kaderisasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada nilai-nilai ideologis organisasi,” tuturnya.
Melalui debat kandidat tersebut PMII STAIKU berharap forum debat dapat menjadi ruang dialektika yang konstruktif sekaligus referensi objektif bagi kader PMII dalam menentukan pemimpin yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif serta relevan dengan tantangan zaman. (didin)











