KUNINGAN (MASS) – Saat inspeksi mendadak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM ke Kabupaten Kuningan baru-baru ini, orang Desa Cikalahang Kec Dukupuntang Kab Cirebon, tetangga Kecamatan Pasawahan, ngadu soal air.
Dikeluhakan oleh lelaki yang mengaku sebagai staf desa itu, ke KDM, gara-gara pengelolaan air oleh PDAM Kuningan itu, malah memotong saluran tersier ke Desa Dukuhpuntang.
Ke KDM, ia menduga penggunaan air yang harusnya ke alam, malah dipake PDAM alias komersial, hingga berdampak ke pertanian warga.
“Bedanya drastis, dari tahun 2022 lahan kita itu 114 Ha pertanian sekarang 2022-2025 hanya berkisar 89,03 ha,” ujarnya ke KDM.
“Seharusnya air itu yang pertama menikmati adalah areal pesawahan di kaki gunung,” timpas KDM, dimana konten video sidaknya juga sudah tayang secara publik.
Informasi yang disampaikan ke KDM, air limpasan dari Talaga Nilem itu bahkan sempat ditutup oleh PDAM Kuningan yang bekerjasama dengan pihak ketiga, akhirnya warga tidak kebagian.
Dikatakan, PDAM Kuningan sendiri kerjasama dengan PT TKHS dengan kontrak kerja sampai 20-25 tahun. Warga Cikalahang sendiri mengaku sudah sering protes, bahkan ngadu ke Bupati dan DPRD Cirebon, namun belum ada penyelesaian pasti. (eki)










