KUNINGAN (MASS) – Pupuk organik yang terbuat dari kotoran ayam yang dicampur dengan sekam atau sering disebut “Hut Badag” terbukti sangat bermanfaat bagi penggemburan tanah dan memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Inisiatif ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan sektor pertanian di lingkungan sekitar agar lebih baik dan berkelanjutan.
Salah satu pengguna pupuk organik ini adalah Rohmat (59) yang tinggal di Desa Cijagamulya Kecamatan Ciawigebang. Pada Minggu (18/1/2026), kebun Rohmat sedang dalam proses pemberian pupuk untuk pepohonan dan pertaniannya.
Rohmat memiliki berbagai tanaman, mulai dari durian, alpukat, hingga kelapa dan tanaman palawija lainnya. Ia selalu rutin memberikan pupuk alami ini untuk tanamannya minimal setiap dua bulan sekali.
“Rutin minimal setiap dua bulan di beri pupuk untuk pepohonannya, kalau palawija sayuran itu setiap sudah panen pasti ditambah,” tuturnya.
Pupuk organik ini tidak hanya meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi juga membantu menjaga kesuburan tanah. Dengan demikian, petani dapat lebih mengandalkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan.

“Perbedaan yang jelas terlihat antara tanah dan tanaman yang menggunakan pupuk organik dan yang tidak. Tanaman yang diberi pupuk tumbuh lebih cepat dan tanahnya pun menjadi lebih gembur,” tambahnya.
Praktik penggunaan pupuk organik dari kotoran ayam yang dicampur sekam ini menunjukkan bagaimana teknologi sederhana dapat membawa perubahan positif dalam pertanian. Tidak hanya meningkatkan hasil panen, tapi juga dapat mempromosikan pertanian berkelanjutan.
“Iya semoga penggunaan pupuk organik ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pertanian bagi keberlanjutan alam,” pungkasnya. (raqib)










