Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Humas TNGC Ady Sularso. (Foto: eki)

Ragam

Meski Palutungan Tak Disidak KDM, BTNGC Sudah Jelaskan Soal Pengelolaan Mata Air dari Curug Mangkok

KUNINGAN (MASS) – Isu pengelolaan mata air di Kabupaten Kuningan terus mencuat belakangan ini. Meskipun jadi topik hangat, mata air yang di sekitar Palutungan tak menjadi titik sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, saat datang ke Kuningan baru-baru ini.

Sebelum Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM ke Kuningan, masalah pengelolaan air ini mencuat terlebih dahulu. Isunya meruncing ke BTNGC.

Humas BTNGC Ady Sularso, sebelum ada sidak KDM, sudah memaparkan bahwa saat ini sudah ada tim yang dibentuk pengaturan itu. Dijelaskan Ady, mata air di Palutungan yang sempat ramai diperbincangkan, Curug Mangkok, ternyata sudah ada yang punya ijin komersil resmi, yakni PDAM Kuningan.

“Harapannya gini kang dari mata air itu akan disalurkan kepada dua penampungan. Satu komersil satu non komersil. Nanti semua yang komersil ngambil dari bak komersil,” jelasnya baru-baru ini.

Ia menegaskan, untuk air non komersil cukup diurus ke BTNGC. Ijinnya gratis dan tidak ada pungutan ke BTNGC. Sementara yang komersil harus OSS, ijin ke Pemerintah Pusat.

Ditanya tuduhan kepada TNGC yang seolah membiarkan pengelolaan air yang belum berijin, TNGC berdalih bahwa penyetopan saat ini juga mungkin bukan solusi yang tepat, apalagi masalah air ini adalah kebutuhan sehari hari.

“Kita sudah berkirim surat untuk komersil dan non komersil, mungkin 15 itu (pengusaha yang ambil air tanpa ijin itu)tempat rumah makan yang kita surati. Beberapa yang sudah berproses itu, (tapi) karena sudah ada tim yang dibentuk, sok nginduk saja ke PDAM. (Jadi) Kemungkinan proses yang diajukan masing-masing (jadinya) ke PDAM aja, ijinnya cukup 1. Diaturnya sama PDAM,” ungkapnya.

Ia menjamin pasokan untuk non komersil aman, karena bak air nya berbeda. Dengan diatur seperti itu, harapannya tidak terjadi “kanibalisme” penggunaan air.

Lebih lanjut, BTNGC juga ditanya soal kerjasama air dengan luar kabupaten alias penjualan air. “Saya pikir begini , kalo pemanfaatan air itu tentu kita mengutamakan masyarakat sekitar, ketika ada pemanfaatan keluar Kuningan ya mustinya Kuningan cukup dulu dong,” kata Ady.

Ia juga mengamini, sejauh ini wilayah sekitar mata air yang dikerjasamakan ke Cirebon (kaki Gunung Ciremai wilayah utara), kebutuhan masyarakatnya dianggap terpenuhi. Apalagi, mata air yang dikerjasamakan ke Cirebon itu sudah terjadi sebelum ada TNGC.

Ia mencontohkan mata air Cipujangga, yang dulu ijinnya ke Pemda, tapi karena sudah habis masa ijinnya, harus beralih ijinnya ke TNGC, dan itu memang sedang berproses.

“Di Cipujangga sebenarnya ada ijinnya PDAM Kuningan, sehingga kita atur debitnya,” kata Ady, sembari menjelaskan aturan dari 100% debit mata air, 50% harus kembali ke alam, 30% non komersil dan 20% komersil. “Tapi kita akan mengedepankan non komersil (dibanding komersil),” tegasnya. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pasca audiensi pengelolaan pemanfaatan air dari Gunung Ciremai, Bupati Kuninan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si menegaskan tidak akan memberhentikan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) melaksanakan kegiatan Government Lecturer Forum (Govlectrum), Senin (29/12/2025) di Ruang Rapat Adipati Lantai 2,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan monitoring pelaksanaan Hari Raya Natal Tahun 2025 di sejumlah gereja yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan, Rabu...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pengamat kebijakan publik sekaligus warga lereng Gunung Ciremai, H Abidin SE menyayangkan terjadinya banjir besar di Cirebon, yang ditenggarai kiriman dari...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Salah satu warga Perumahan di Kecamatan Cigugur, Faisal, secara terbuka mengakui masih ada kendala soal pasokan air bersih. Di Perumahan yang...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kuningan selalu dikenal sebagai daerah dengan limpahan mata air pegunungan. Puluhan tahun kita membanggakan diri sebagai “penyangga kebutuhan air” daerah lain,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Luapan Sungai Cipedak di Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, mengakibatkan dua truk pengangkut pasir terbawa arus, Kamis (11/9/2025) pagi. Kepala...

Pemerintahan

KUNINGAN – Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar audiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (10/9/2025) ini, di lantai dua Gedung Setda...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Di tengah kemeriahan Kuningan Fair yang berlangsung di Open Space Linggarjati, stand PDAM Kuningan hadir dengan tujuan khusus yakni memperkenalkan layanan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Rencana pengelolaan sumber mata air Curug Cimangkok di kawasan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, kembali menuai sorotan. Warga setempat...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Pemerintah Kota Cirebon baru saja menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengelolaan Sumber Mata Air Desa Paniis,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si memastikan bahwa secara aturan dan ketentuan untuk OB Sekda, sudah jelas. Pengajuan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Konsisten bertahun-tahun menjaga lingkungan, terutama saluran air, komunitas Incu Putu Pangauban Cisanggarung baru saja memperingati hari jadinya yang ke-8 dengan menggelar...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Dapil 5, yang juga berasal dari Desa Subang Kecamatan Subang, Dr Agus Sugiono SE MM AK,...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pelanggan di wilayah pelayanan KCP Cilimus dan KCP Japara diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi gangguan sementara dalam distribusi air. Hal ini...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Sebuah insiden tunggal terjadi di tikungan pertigaan jalan Cisantana – Cipari – Gunungkeling, Senin (23/6/2025), sebuah mobil truk pengangkut limbah air...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Banyaknya peternakan sapi dan kurangnya pemahaman pemanfaatan kotoran hewan (kohe) menyebabkan berbagai polemik. Belakangan yang jadi sorotan adalah limbah kohe yang...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Dampak longsor di kawasan Lembah Cilengkrang masih menjadi perhatian publik. Menyikapi hal tersebut, tim pengelola kawasan wisata Arunika menggelar diskusi terbuka...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Warga Kabupaten Kuningan mengeluhkan adanya informasi kenaikan tarif air bersih yang akan diberlakukan PAM Tirta Kamuning, perusahaan daerah untuk air bersih....

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Warga Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan luapan air yang kerap terjadi di Jalan Eyang Hasan Maolani, tepatnya di RT...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, M. Si. menyerukan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan para ulama dalam membangun daerah selama...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pasca Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si “sewot” kepada depot air mineral di Desa Langseb Kecamatan Lebakwangi karena...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Krisis air yang melanda wilayah Linggajati, Linggasana, dan beberapa desa lainnya di sekitar lereng Gunung Ciremai semakin memprihatinkan. Gema Jabar Hejo...

Pemerintahan

BANDUNG (MASS) – Pemerintah daerah, kabupaten/kota maupun provinsi se-Jawa Barat diminta untuk melakukan penghematan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi belanja, sesuai...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak kurang lebih 35 restoran yang berada di Kecamatan Cigugur, terindikasi tidak memiliki izin pemanfaatan air dan mereka pun tidak bekerjasama...

Inspirasi

KUNINGAN (MASS) – Leni Lianawati, mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, berhasil meraih juara ketiga dalam lomba karya fotografi “Pesona...