KUNINGAN (MASS) – SLB ABCD Bina Mandiri di Ciledug, Kabupaten Cirebon adalah sekolah luar biasa swasta yang fokus pada pendidikan anak berkebutuhan khusus, dengan akreditasi B dan sekitar 128 siswa. SLB Bina Mandiri Ciledug terdapat beberapa jenjang pendidikan yang dimulai dari SDLB, SMPLB, dan SMALB serta melayani beberapa hambatan dimulai dari tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunadaksa, tundagrahita, dan juga autisme.
Selain dari itu terdapat beberapa siswa yang memiliki hambatan majemuk atau hambatan ganda, dengan adanya hal tersebut guru dituntut untuk berdabar dan tetap profesional dalam membimbing anak-anak di kelas. Berdasarkan hasil Wawancara dengan Ibu Piyat, pembelajaran pada kelas 1 di SDLB masih pengenalan terhadap bahasa isyarat.
“Disini untuk kelas 1 masih berfokus kepada pengenalan bahasa isyarat, karena rata-rata siswa adalah penyandang tunarungu dan tunawicara, dan juga marena diantaranya adalah hambatan majemuk jadi pembelajaran yang diberikan ke setiap anak berbeda”
SLB Bina Mandiri disini juga melibatkan orang tua dalam proses pendidikan anak. Secara berkala dan bertahap guru melakukan asesmen dan komunikasi dengan orang tua anak untuk memastikan apakah terdapat kesinambungan antara pembelajaran anak baik di sekolah maupun pada saat di rumah.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, SLB Bina Mandiri Ciledug menunjukkan bahwa praktik dari pendidikan bukan hanya berfokus kepada capaian akademik dari siswa saja, tapi disini SLB Bina Mandiri juga berfokus pada pembentukan kemandirian, karakter, dan kesiapan sosial siswa supaya mereka siap dengan kehidupannya kedepan. Disini pendidikan inklusif berperan sangat penting, karena bukan hanya pendidikan dalam bentuk mengajar yang diterapkan oleh guru, melainkan guru berperan penting untuk mendampingi dan memanusiakan siswa sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
Masyarakat dan pemberi kebijakan sudah seharusnya untuk selalu memberi dukungan dan memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan luar biasa. Karena anak-anak berkebutuhan khusus disini bukan hanya individu yang harus dikasihani ataupun meremehkannya, mereka adalah sosok individu yang membutuhkan ruang, kesempatan, dan pendekatan yang tepat untuk berkembang secara optimal supaya mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa berkembang secara mandiri.
Oleh: Rafi Hakiim Pandu Begawan, Mahasiswa Unisa










