KUNINGAN (MASS) – Rotasi dan mutasi ASN eselon 3 di lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan bukan semata isu belaka. Nyatanya, beredar surat undangan tentang pengangkatan, alih tugas dan pengukuhan jabatan ASN yang akan dilaksanakan besok Selasa (6/1/2026). Surat tersebut ditandatangani Sekda Kabupaten Kuningan U Kusmana S Sos M Si.
Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beny Prihayatno S Sos M Si, membenarkan akan digelar rotasi mutasi ASN di lingkup Pemkab Kuningan. “Muhun (iya rotasi mutasi)di KRK (Kebun Raya Kuningan) Padabenghar Kecamatan Pasawahan. (Berapa orang pak?) Ada 150 yang rotasi dan mutasi,” jawab Beni, kala dikonfirmasi Senin (5/1/2026) sore.
Sementara, isu rotasi mutasi di lingkup Pemkab Kuningan sendiri disoroti seacara khusus oleh pengamat kebijakan publik sekaligus Ketua –Tekkad Soejarwo. Ia memastikan, rotasi mutasi ini akan membuat banyak birokrat dihantui rasa penasaran terhadap nasib posisinya.
“Bagi birokrat yang selama ini menempati posisi nyaman di ‘kursinya’ tentu akan sangat khawatir ‘terlempar’ ke tempat yang selama ini dihindari,” kata Soedjarwo.
Ia yakin, penataan birokrasi ini dipastikan guna membentuk team kerja yang lebih “segar” serta terbebas dari kepentingan yang sejalan dengan visi misi duet Dian -Tuty. Artinya jika nanti akan terjadi “perombakan” total di setiap tingkatan eselon ( dari 2 s.d 4 ), kata Mang Ewo –sapaan akrab Soedjarwo-, siapapun harus memahami jika kebijakan tersebut bermaksud untuk mempercepat berbagai janji kampanye Dian-Tuti.
“Jika hasil kerja ‘kabinet’ yang akan dibentuknya tidak membuahkan hasil kerja yang optimal, tentunya msyarakat berhak melakukan ‘gugatan’ terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan duet Dian –Tuty,” ujar Ewo.
“Berpijak pada pengalaman yang dimiliki Dian RY yang sudah memiliki rekam jejak maksimal di lingkup Birokrasi Pemkab Kuningan , serta dengan posisi puncaknya sebagai Panglima ASN yakni sebagai Sekda, dapat dipastikan DIAN RY sudah sangat memahami karakter dan ethos kerja seluruh stafnya, sehingga sangatlah mustahil dalam penataan birokrat yang akan segera digelar akan terjadi salah penempatan,” imbuhnya di akhir. (eki)








