BREBES (MASS) – Desa sehat, maju dan lingkungan bersih menjadi impian seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Indrajaya, Kecamatan Salem – Brebes. Dalam upaya mewujudkan itu, mahasiswa KKN UM Kuningan memperkenalkan program inovatif berupa penerapan lubang resapan biopori sebagai langkah pengelolaan sampah organik dan peningkatan kualitas tanah.
Menurut Ketua KKN, Azril Perliyansyah, program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah organik, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan daya serap air di desa yang sebagian besar warganya bergantung pada sektor pertanian.
“Lubang resapan biopori, yang merupakan metode sederhana yang memiliki manfaat besar. Ini dapat membantu mengurangi volume sampah dan menghasilkan kompos alami yang bermanfaat bagi tanaman. Inovasi ini sangat sesuai untuk diterapkan di desa yang memilik lahan luas dan aktivitas pertanian tinggi,” ujarnya.
Menurutnya biopori juga dapat mengurangi potensi banjir karena air hujan lebih cepat terserap ke dalam tanah, menjadikan tanah lebih subur dan mendukung produktivitas pertanian.
Program tersebut tidak hanya mengandalkan edukasi, namun juga melibatkan langsung masyarakat dalam pembuatan lubang biopori di pekarangan rumah, area publik, dan lahan pertanian.
“Kami berharap kegiatan gotong royong ini dapat meningkatkan rasa kepedulian dan tanggung jawab warga terhadap kebersihan lingkungan,” harap Azril.
Selain itu, mahasiswa KKN UM Kuningan juga memberikan sumbangan berupa tong sampah yang terbuat dari drum bekas dan plang peringatan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai pengingat pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Mahasiswa lainnya, Bayu selaku koordinator acara, berharap program tersebut tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, namun juga dapat menjadi contoh bagi desa lain untuk mengelola lingkungan secara lebih berkelanjutan.
“Semoga ini bisa menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan sehat, hijau dan lestari,” harap Bayu. (didin)
