Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Pemerintahan

Vendor Sampai Ada Yang Meninggal, Revitalisasi Waduk Darma Dituntut Hutang Rp 1,2 Milyar

KUNINGAN (MASS) – Di balik keindahan wisata waduk darma yang berlokasi di Desa Jagara, Kecamatan Darma, tersimpan histori yang sampai saat ini belum diselesaikan. Ada 17 vendor yang bekerja merevitalisasi Waduk Darma namun haknya tidak dipenuhi. Jumlah total yang harus di bayar yaitu Rp 1,2 Milyar.

Hal itulah yang membuat para vendor bersama puluhan karyawannya menuntut hak dengan aksi unjuk rasa di Waduk Darma, Selasa (20/5/2025) pagi. Unjuk rasa berlangsung damai dimana masa aksi hanya meminta tindak lanjut dari Gubernur. Mengingat proyek darma itu program pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut keterangan Yusuf, yang dipercaya oleh para vendor menjadi juru bicara, mengatakan aksi tersebut terjadi merupakan tuntutan dari para vendor terhadap proyek penataan Waduk Darma tahap kedua.

“Jadi inilah tuntutan dari para vendor terhadap proyek penataan Waduk Darma tahap kedua dari 17 vendor itu total Rp 1,2 miliar” Ujar Yusuf, saat memimpin aksi di Waduk Darma.

Ia juga mengatakan, bukan hanya vendor yang tidak dibayar melainkan termasuk tenaga kerja, warung yang berlokasi Waduk Darma pun belum dibayar.

“Itu include dari ada yang material, tenaga kerja, warung ada juga vaping blok konstruksi besi kayu ada banyak sekali yang masih belum dibayar” Kata Yusuf.

Yusuf berharap apa yang dilakukannya sekarang itu bisa sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat lebih cepat. Pasalnya pihak dari vendor sudah jauh-jauh hari mengirim surat ke Gubernur namun jadwal yang padat surat itu berada di posisi antrian ke 623.

“Harapan kami untuk hari ini, seperti yang tadi disampaikan Pak Haji Suryo (salah satu yang terdampak) semoga pak Gubernur mendengar. (kami) Akan melakukan, menempuh tahap audiensi ulang dengan Gubernur. Padahal kami sudah dimasukan jauh-jauh hari kepada pak Gubernur, namun kita mendapat antrian ke 623,” ujarnya.

“Semoga dengan adanya aksi ataupun pemberitahuan hari ini bisa mempercepat proses bagaimana kita bertemu dengan pak Gubernur. Bisa dilihat ini pak gubernur bahwa ini adalah bagian dari penyelesaian proyek Waduk Darma yang masih bermasalah di tahap kedua,” imbuhnya.

Di sisi lain, kata Yusuf, Gubernur juga harus tau bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari pengaduan masyarakat terhadap Gubernur. Bukan di lihat dari sisi proyek atau pekerjaannya saja tapi di lihat juga dari perut teman-teman hari ini keadaannya seperti apa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Bagaimana ibu-ibu yang punya warung di dalam yang masih belum dibayar, bisa dilihat juga bagaimana para pengusaha-pengusaha ini bukan pengusaha pengusaha besar, tapi pengusaha-pengusaha kecil, ini UMKM pusat-pusat kecil yang memang sampai hari ini mereka masih menyicil ke bank,” tuturnya.

Adapun kasusnya, dijelaskan Yusuf, PT Unggul Sekoja selaku pemenang proyek pada waktu itu telah beberapa kali melakukan mediasi dan komunikasi, namun belum menghasilkan solusi yang memuaskan. Termasuk saat pertemuan waktu itu dengan Gubernur Ridwan Kamil. Dalam pertemuan tersebut, para vendor dijanjikan akan menerima pembayaran sebelum peresmian Waduk Darma.

“Tetapi buktinya apa tiba-tiba waduk darma diresmikan waktu itu dengan judul hari air sedunia, infonya tidak akan ada peresmian sebelum hak para vendor ini dibayarkan gitu, nah ini kejadian yang sangat luar biasa yang harus menjadi perhatian Gubernur dan juga provinsi kalau hal-hal seperti ini dibiarkan. Saya kira akan ada kejadian-kejadian atau gagal bayar terhadap para vendor dari satuan-satuan apa dari mainkon-maikon atau dari pengusaha-pengusaha karena dibiarkan,” paparnya.

Diakhir, Yusuf menegaskan bahwa gubernur bisa mengevaluasi hari ini pejabat-pejabat PSDA yang masih menjabat dan waktu itu menjadi penanggung jawab proyek lanjutan waduk.

“Saya minta pak Gubernur bisa mengevaluasi hari ini pejabat-pejabat PSDA yang masih menjabat dan waktu itu menjadi penanggung jawab proyek lanjutan kedua waduk Darma,” tuturnya.

Vendor asal dari Cirebon, H Dudi mengungkapkan perasaan duka yang mendalam terhadap salah satu vendor yang meninggal dunia akibat pusing memikirkan tagihannya.

“Bahkan satu vendor ada yang sudah meninggal dunia karena pusing mikirin tagihan pembangunan konstruksi las atau pengelasan,” ujar H Dudi.

Sama halnya dengan Dudi, Suryo juga salah satu vendor mengungkapkan keresahannya karena sudah 3 tahun tidak ada tindakan lanjut dan mempertanyakan bagaimana nasib temannya yang sudah meninggal.

“Bagaimana nasibnya Pak, mohon maaf belum bisa berhasil memperjuangkan mohon maaf sampai diakhir hayat, yang masih aktifkan sampai sekarang dia punya piutang masuk ke toko besi ada yang masih belum terbayar dan sehingga dia beban moral, sehingga dia jatuh sakit sampai meninggal,” ungkap Suryo

Suryo sangat berharap kepada Gubernur saat ini, KDM, supaya memperhatikan dan memohon untuk segera ditindak lanjuti.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Mohon maaf kepada pak KDM mohon perhatikan kan kami sebagai masyarakat kecil mohonlah diperhatikan dan di tindak lanjuti,” harap Suryo.

Aksi sendiri kemudian ditutup dengan doa bersama terkait permasalahan yang terjadi dan berharap permasalahan bisa diselesaikan oleh pemerintah Provinsi. (rzl/mgg)

Advertisement

Berita Terbaru

You May Also Like

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Kado terindah di penghujung Ramadhan bagi Universitas Kuningan (Uniku) datang dari program studi (Prodi) pendidikan bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan di Kecamatan Kuningan ramai dikunjungi warga, terutama pemudik yang pulang dari perantauan. Camat Kuningan, Deni Hamdani SE...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Meski pemerintah belum memastikan, Muhammadiyah lebih dulu memutuskan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1.447 H jatuh pada hari Jumat (20/3/2026) besok....

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di kawasan lampu merah Oleced, Selasa (17/3/2026)...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Lebaran, H-1 Hari Raya Idul Fitri 1.447 H, harga kebutuhan pokok di pasaran terpantau naik, Kamis (19/3/2026). Yang cukup menonjol,...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 20 anak yatim binaan Rumah Bunda Mulia (RBM) Kuningan mendapatkan pengalaman berbelanja yang berkesan pada Rabu (18/3/2026). Melalui program kolaborasi...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Komunitas motor Blackhorse Mc Kuningan menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat di Kuningan, Selasa (18/3/2026). Sebanyak 120 anak...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Meski baru dilantik, Pimpinan Wilayah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PW PRIMA DMI) Jawa Barat tak canggung segera bergerak di...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Polres Kuningan berhasil mengungkap dua kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan pada awal Maret 2026. Kapolres...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, yang kemudian diperbarui dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2024 ( revisi kedua UU...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Tugu Angklung yang dibangun tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) resmi berdiri dan diresmikan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan). Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) berhasil meraih Akreditasi Unggul,...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Jembatan di Dusun Pancabakti, RT 6 RW 3, Desa Padarama, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan dilaporkan ambruk pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Jalan Siliwangi, yang berada di depan pertokoan dan pusat perbelanjaan, kini telah dibagi menjadi dua jalur, yaitu jalur cepat dan jalur...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Menjelang perayaan Lebaran, harga sayuran di pasar mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah harga cabai kriting,...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-62, IMM Universitas Muhammadiyah Kuningan melaksanakan kegiatan santunan kepada anak yatim dan fakir...

Ragam

CIREBON (MASS) – Dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan 1447 H, PLN UPT Cirebon bersama YBM PLN menyelenggarakan kegiatan “Berbagi Berkah Ramadhan” berupa santunan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Dandim 0615/Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung SIP MSc MSi melarang prajurit yang menjalani cuti Lebaran untuk menggunakan kendaraan dinas, khususnya...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Bulan suci Ramadan kembali dijadikan momentum komunitas XTC Jawara Kuningan untuk menebar kebaikan. Menunjukkan komitmen peduli sesama, XTC Jawara Kuningan kembali...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Universitas Kuningan (Uniku) saat ini tengah menyelenggarakan seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2026. Sisa 10 mahasiswa yang diseleksi...

Netizen Mass

KUNINGAN (MAS) – Kabupaten Kuningan semakin mengukuhkan jati dirinya sebagai benteng budaya sekaligus pusat edukasi dengan akan hadirnya Tugu Angklung. Pembangunan ikon baru ini...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Kodim 0615/Kuningan menggelar kegiatan buka puasa bersama masyarakat Desa Gunung Karung, Kecamatan Luragung. Kegiatan berlangsung di Koperasi Merah Putih, Senin (16/3/2026)....

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Hari Raya Idul Fitri 1.447 H tinggal menghitung jari. Jika tidak berubah, tinggal 4 hari lagi menuju momen Lebaran. Dan seperti...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Lebaran, harga buah-buahan di Pasar Ciawigebang mengalami lonjakan signifikan. Salah satunya adalah buah apel Fuji yang tercatat naik dari Rp...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Musyawarah daerah luar biasa Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Kuningan dilaksanakan secara online pada Minggu (15/3/2026), menghasilkan ketua baru yaitu...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, memuji manajemen baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggarjati. Hal itu disampaikan...