KUNINGAN (MASS) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung dan mengawal 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kuningan yang baru, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dan Tuti Andriani, SH., M.Kn. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Eka Kasmarandana, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjalankan perannya sebagai social of control.
“Kami mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Kuningan yang sudah dilantik. Semoga amanah dalam menjalankan tugasnya untuk memimpin Kuningan lima tahun ke depan. Setelah ditetapkan, kepala daerah terpilih tidak boleh duduk manis. Segeralah tekan ‘pedal gas’ untuk melaksanakan visi-misi mereka, setidaknya menunjukkan wajah perubahan pada 100 hari kerja pertama agar optimisme masyarakat tumbuh,” ujar Eka, Rabu (26/2/2025).
Ia menekankan, meskipun tidak ada rumusan baku mengenai program 100 hari kerja, kepala daerah terpilih harus memiliki prioritas yang jelas. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan diketahui telah menyusun beberapa program unggulan sesuai tagline kampanye mereka, ‘Kuningan Melesat.’
Beberapa program prioritas yang dijanjikan meliputi perbaikan jalan sepanjang 100 kilometer dalam masa 100 hari kerja, perbaikan sekolah yang ambruk, penyelesaian tunggakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN Kuningan tahun 2024 dan 2025, serta beberapa program lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi program kerja 100 hari yang telah dirancang, namun melihat situasi Kuningan yang tidak baik-baik saja, tentu diperlukan fokus ekstra. Terutama terkait isu pendidikan, Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan tahun 2025 harus disikapi serius, bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan guru, khususnya guru honorer yang sudah lama mengabdi,” tambahnya.
Eka juga menyoroti pentingnya program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu namun berprestasi. Mereka berharap Pemerintah Daerah Kuningan dapat mengambil langkah konkret dengan menyediakan beasiswa, termasuk Beasiswa Pemda, sebagai investasi masa depan pendidikan.
Selain itu, Eka menyinggung potensi besar Kuningan di kawasan Rebana, yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Menurutnya, Pemda harus mampu mengemas potensi wisata Kuningan, seperti agroindustri dan pariwisata, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pemda harus bisa memanfaatkan potensi wisata yang ada di Kuningan, memaksimalkan daya tarik untuk wisatawan, dan mempercantik apa yang sudah berjalan demi kemajuan ekonomi daerah,” katanya.
Sebagai bagian dari demokrasi, ia menegaskan, HMI akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah. Mereka siap mendukung program positif, memberikan masukan, hingga mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak sesuai, baik melalui diskusi, audiensi, maupun aksi.
“Kami punya tanggung jawab untuk mendukung setiap program positif pemerintah, tetapi juga tidak akan segan mengkritik kebijakan yang tidak pro-rakyat. Dan yang paling penting, kalau memang sulit untuk membangun, minimal jangan pernah berani-berani untuk korupsi,” pungkasnya. (argi)
