Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

18 Tahun RS Juanda Hadir di Kuningan, Bermula Dari RS Bersalin, Kini Jadi Pilihan Warga

KUNINGAN (MASS)- Tepat tanggal 12 November RS Juanda Kuningan  berusia 18 tahun. Usia yang sudah terbilang dewasa.

Pada Kamis  (12/11/2020)  siang rumah sakit yang terletak di Jalan Juanda Kelurahan Cijoho Kecamatan Kuningan merayakan dengan sederhana.

Selain karena kondisi pandemi, juga masih dalam suasana berduka karena sang pemilik RS Juanda dr H Sardjono MKes meninggal dunia akibat kecelakaan pada tanggal 17 September.

Dari pantauan kuninganmasss.com usai melakukan potong tumpen dilanjutkan dengan tauziyah dari Ustad Faidin. Tampak hadir langsung Direktur RS Juanda Hj Rini Sardjono MM dan para karyawan.

Awalnya ketika memberikan sambutan Hj Rini semangat terlebih pada saat memberikan motivasi kepada para karyawannya. Ia juga banyak memberikan wejangan kepada karyawan yang mendapatkan kritikan.

Perempuan yang juga menjabat Ketua GOW Kuningan itu meminta kepada karyawan untuk tidak “baperan”, justru jadikan motivasi, karena kritikan adalah masukan untuk kebaikan.

Sementara itu ketika menyinggung sosok almarhum suami tercinta Rini tampak berkaca-kaca. Hal ini wajar karena  dr Sardjono adalah sosok yang selama ini membuat RS Juanda menjadi besar.

“Pada HUT kali ini bapak tidak ada tapi saya tidak akan patah arang membesarkan rumah sakit, terlebih empat anak saya berserta istri dan calon mantu adalah dokter sehingga bisa melanjutkan perjuangan,” jelasnya ketika usai syukuran.

Rini yang dikenal pengusaha handal itu mengaku, setelah 18 tahun, kini RS Juanda sudah menjadi Tipe C. Adapun jumlah kamar sebanyak 200 kamar.

Sedangkan karayawan lebih dari 350 orang. Mengenai fasilitas terus ditingkatkan, dimana khusus tahun 2020 ada penambahan CT Scan, ruang perawatan dan ruang kebidaanan.

“Setiap tahun kami terus berbenah agar warga terlayani semua,” tambahnya.

Ia mengaku, RS Juanda bisa berdiri dilahan 1 Ha itu merupakan hasil kerja keras dan “berdarah-darah”.

Awalnya RS Bersalin pada tahun 2000 dan dibangun pada saat krismon tahun 1998. Menjadi RS Juanda tahun 2002.

“Awalnya bangunananya seperti rumah karena saya berpikir kalau tidak laku bisa dijadikan rumah,” jelasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun karena dikelola secara baik akhir bisa maju seperti ini dan lahannya terus bertambah hingga 1 Ha.

Rini pun bercerita, awalnya ia dan suami datang ke Kuningan 1988. Ketika suaminya bekerja di Puskemas, maka ia pun bekerja di RS Wijaya bagian keuangan.

Tidak butuh lama memutuskan untuk membuka RS Bersalin. Hal ini setelah suaminya melihat dirinya mempunyai potensi untuk mengelola rumah sakit.

“Saya kan lulusan UGM dari ekonomi, sehingga bisa mengelola dan hingga alhamdulillah berhasil,” ujarnya.

Untuk kedepannya target RS adalah menjadi lebih maju dan menjadi pilihan warga Kuningan terutama dalam berbagai fasilitas.

Rini yang lebih fokus ke usaha dari kepada politik ini mengaku, baksos terus dilakukan untuk membantu warga Kuningan.

Selain terus membangun masjid, pihaknya pun menggelar khitanan gratis yang akan dilakukan hingga akhir bulan.

“Kalau ada saudara yang mau dikhitan gratis tinggal datang ke Lengkong,” pungkasnya.

Sekadar informasi, jumlah RS di Kuningan ada 12, dan RS Juanda merupakan salah satu yang terbaik di Kuningan, sehingga tidak ada aneh selain menjadi pilihan.

Bangunan yang megah, tempat strategis dan juga SDM yang handal membuat RS ini menjadi pilihan. Bahkan, dari Majalengka dan Ciamis pun datang.(agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement