KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Administrator, Selasa, (6/1/2026) di Kebun Raya Kuningan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum peneguhan komitmen, amanah, dan tanggung jawab para pejabat yang dilantik dalam mengemban tugas pemerintahan ke depan.
“Kegiatan ini saya kira sekedar seremonial semata bukan hanya sekedar tentang pelantikan jabatan, tetapi ini merupakan momentum peneguhan komitmen, amanah tanggung jawab bapak ibu ke depan,” ujar Dian.
Dian menjelaskan proses pelantikan telah melalui tahapan panjang dan sangat hati-hati, dengan berpedoman pada regulasi yang berlaku serta menjunjung tinggi prinsip meritokrasi. Penetapan jabatan dilakukan berdasarkan profesionalisme dan rekam jejak kinerja, bukan atas pertimbangan lain.
Seluruh tahapan telah dilakukan dengan hati-hati mulai dari, rekomendasi Gubernur, kajian Inspektorat Provinsi, serta pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal itu, menurut Bupati, menjadi cerminan birokrasi di Kabupaten Kuningan berdiri di atas fondasi hukum dan asas profesionalisme.
Pemilihan Kebun Raya Kuningan sebagai lokasi pelantikan disebutkan bukan tanpa alasan. Dian ingin menyampaikan pesan simbolik tentang pentingnya keseimbangan, kesabaran, dan keberlanjutan dalam pembangunan daerah.
“Saya sampaikan bahwa alam yang lestari mengajarkan kita untuk berbicara tentang keseimbangan, kesabaran, tanggung jawab untuk generasi berikutnya. Ditengah pepohonan yang tumbuh perlahan kita diingatkan pembangunan tidak boleh tergesa-gesa dan tidak boleh mengorbankan keberlanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Dian menyampaikan jabatan administrator merupakan ruang pengabdian, dimana pejabat menjadi jembatan antara kebijakan dan masyarakat. Kinerja birokrasi, menurutnya, tidak diukur dari tebalnya laporan, melainkan dari kecepatan, ketepatan, dan keberpihakan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pembangunan tidak hanya ditandai oleh infrastruktur fisik, tetapi oleh rasa keadilan dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Dian memberikan sejumlah penekanan kepada pejabat yang dilantik, diantaranya, untuk dapat meningkatkan kinerja organisasi secara nyata, terukur, dan berorientasi hasil, dengan evaluasi kinerja objektif setiap semester, membangun budaya kerja kolaboratif dan saling menguatkan antar perangkat daerah, mendorong inovasi pelayanan publik yang memudahkan masyarakat, bukan sebaliknya, serta menjadikan kebutuhan masyarakat sebagai kompas utama dalam setiap pengambilan keputusan.
Dian juga mengingatkan tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks, ditandai dengan perubahan yang cepat dan tuntutan masyarakat yang semakin kritis. Oleh karena itu, aparatur pemerintah dituntut untuk bersikap empatik, responsif, dan adaptif, serta meninggalkan pola kerja yang kaku dan terlalu prosedural.
Menutup sambutannya, Bupati menegaskan kembali jabatan adalah amanah, bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk ditunaikan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan integritas. (didin)








