KUNINGAN (MASS) – Jika banyak desa yang mengeluh karena potongan anggaran untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sangat besar bahkan sampai 60-70%, mungkin bagi Desa Kramatmulya Kecamatan Kramatmulya tidak terdampak sebegitu besar seperti desa lain.
Setidaknya hal itulah yang ditunjukkan Pemdes Kramatmulya, dimana baru saja menggelar kegiatan Ramadan Berbagi bertajuk “Mewujudkan Cinta dengan Memberi dan Berbagi” di halaman Kantor Desa Kramatmulya, Jumat (6/3/2026) kemarin.
Kepala Desa Kramatmulya H. Otong Sutiana, S.A.B menjelaskan, kegiatan Ramadan Berbagi merupakan bentuk implementasi kepedulian sosial pemerintah desa kepada masyarakat, yang bersumber dari pengelolaan potensi desa, khususnya dari Pasar Desa Kramatmulya.
Ia mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir pendapatan desa dari sektor pasar mencapai sekitar Rp2,4 miliar. Melalui Musyawarah Desa, sebagian pendapatan tersebut dialokasikan untuk berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
“Pada hari ini kami menyalurkan kadeudeuh untuk 1.400 kepala keluarga se-Desa Kramatmulya. Selain itu bantuan juga diberikan kepada 59 anak yatim, 40 guru ngaji, serta dukungan bagi sarana peribadatan seperti mushalla, pesantren, dan masjid,” ungkapnya.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada berbagai unsur masyarakat seperti petugas kebersihan, tenaga kesehatan, pengurus RT/RW, serta lembaga kemasyarakatan desa.
Hadir dan mengapresiasi, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, didampingi Asisten Pemerintahan Setda Kuningan, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Camat beserta unsur Forkopimcam Kramatmulya, Ketua MUI Kramatmulya, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.
Bupati Dian memuji inisiatif Pemerintah Desa Kramatmulya yang menggelar kegiatan Ramadan Berbagi sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di bulan suci Ramadan. Menurutnya, Ramadan bukan hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama. Di sinilah nilai Ramadan sesungguhnya, bagaimana kita tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat hubungan antar sesama manusia,” ujarnya.
Bupati Dian menilai kegiatan berbagi seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Kramatmulya merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Ramadan, di mana semangat gotong royong dan kepedulian sosial diwujudkan dalam bentuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya merasa sangat berbahagia berada di Desa Kramatmulya. Tidak banyak desa yang memiliki gagasan seperti ini. Dengan pengelolaan anggaran yang baik serta kepemimpinan yang amanah, potensi desa dapat dimaksimalkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan yang visioner, mampu menginspirasi, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. (eki)

















