KUNINGAN (MASS) – Kondisi jalan Ramajaksa, Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur, jalan utama yang setiap hari dilintasi warga rusak dan berlubang. Karena belum diperbaiki pemerintah, puluhan warga memilih bergerak sendiri beberapa hari lalu, swadaya menambal jalan rusak dengan dana hasil udunan dan tenaga sukarela.
Penggagas udunan, Abah Ucen (70), menuturkan bahwa langkah ini diambil karena warga sudah terlalu lama menunggu tanpa kepastian.
“Akibat terlalu lama menunggu, akhirnya kami yang bergerak. Daripada terus berharap, lebih baik kami berbuat demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Ia menyebut, gotong royong ini melibatkan kelompok remaja kolot (remako), gabungan warga RT 03 dan RT 09, yang dengan sukarela menyumbang material dan tenaga untuk menutup lubang-lubang di jalur utama Kelurahan Winduherang.
“Tak ada salahnya kan? Demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Kami lakukan ini tanpa pamrih, karena menunggu bantuan dari ‘langit’ tak kunjung datang,” tambahnya dengan nada getir.
Ironisnya, menurut Abah Ucen, Winduherang kerap disebut sebagai titik awal wilayah Kuningan. Namun realitas di lapangan justru berbanding terbalik.
“Katanya titik awal Kuningan, tapi kok seperti kahieuman bangkong. Jalan rusak jelas terlihat, bahkan dilewati setiap hari, tapi ya begitu saja, tak ada perubahan,” sindirnya.
Abah Ucen pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga yang rela menyisihkan rezeki serta tenaga. Seluruh proses gotong royong dilakukan murni atas dasar kepedulian, tanpa upah sepeser pun.
Sementara, Kepala Dinas PUTR melalui Kabid Bina Marga Teddy Bisma, mulanya mengaku baru tahu informasi tersebut, inisiatif warga memperbaiki jalan tersebut, kala dikonfirmasi awak media. Ia uga kemudian menjelaskan rencana perbaikan Jalan Ramajaksa.
“Untuk rencana perbaikan Ramajaksa ini yang baru kita selesaikan kemarin kurang 1 km dari Cipari ke seluruh Makam Winduherang. (Tahun) 2026 insya allah ada lanjutannya,nah skemanya kalo anggarannya memungkinkan kita lanjut lagi lapis latasirnya kalo nggak ya paling luba-lubang kita tambal sebelum leberan,” kata Teddy, mengaku beberapa waktu belakangan juga sudah ikut survey ke jalur tersebut.
Ia kemudian menjelaskan, pada bulan Januari ini terjadi siklus hujan yang mempercepat kerusakan. Bahkan pihaknya juga terus memonitor ke berbagai lokasi seperti longsornya TPT, amblas dan lain-lain.
“Mudah-mudahan cuaca segera membaik sehingga perbaikan jalan sebelum lebaran segera dilaksanakan dengan dukungan cuaca yang baik,” kata Teddy. (eki/raqib)










