KUNINGAN (MASS) – Sejak 21 April hingga 6 Agustus 2025 tercatat sebanyak 23 ekor kambing telah menjadi korban serangan macan di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Hal ini membuat warga setempat khawatir akan keselamatan hewan ternak miliknya.
Peristiwa ini telah berlangsung selama beberapa bulan dan membuat kekhawatiran semakin meluas di kalangan warga. Teranyar kejadian dilaporkan di Desa Hantara –satu kecamatan dengan Tundagan-, Kamis (7/8/2025) tadi. Pantas saja warga makin khawatir karena serangan bisa saja tidak hanya menyasar ternak, namun juga mengancam keselamatan manusia.
Lukas Andriana, selaku Raksabumi Tundagan, mengaku cemas dengan situasi ini. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi dari BKSDA telah dilakukan, namun kejadian tersebut kembali terulang.
“BKSDA memberikan solusi terkait pengamanan kandang dengan cara pemasangan pager kawat. Tapi eta kitu, kajadian deui kajadian deui jadi masyarakat tambah was was (Masalahnya tetep berulang dan masyarakat semakin khawatir),” ujar Lukas, Kamis (7/8/2025).
Ia juga mengkhawatirkan serangan macan ini berlangsung kepada masyarakat. “Yang dikhawatirkan apabila kambing sudah habis target serangannya jadi ke warga,” ucapnya.
Ia menyebutkan bahwa data peternakan per 25 juli 2025 terdapat sebanyak 200 peternak kambing dan domba.
Lebih lanjut, Menurut Lukas kejadian terbaru terjadi pada Rabu (6/8/2025), satu ekor kambing milik Yaya Suryana (60) warga dusun Ciagi ditemukan tewas. (didin)
