Warga Timbang Ditemukan Tewas di Laos, Disnaker Wanti-wanti Begini Bagi yang Ingin Kerja di Luar Negeri

KUNINGAN (MASS) – Kabar duka datang dari Desa Timbang Kecamatan Cigandamekar. Salah satu warganta, Jamil (28), Pekerja Migran Indonesia (PMI) ditemukan meninggal di area gedung di Golden Triangle, Laos.

Informasinya, kabar tentang dugaan korban ditemukan meninggal sampai ke keluarga sampai pada 31 Agustus 2026 lalu. Meskipun belakangan, diketahui korban meninggal pada 11 Agustus 2026. Korban ditemukan sudah dalam kondisi membusuk.

Karena sudah membusuk, korban sempat tidak bisa dikenali. Tapi di samping korban, ada identitas yang menunjukkan korban adalah warga Timbanb. Keluarga sendiri dikabari secara resmi oleh KBRI Laos, melaluu ke KBRI Indonesia, terus dari pihak kepolisian sampai ke pihak desa.

Keterangan keluarga, korban pergi ke juar negeri diajak tetangganya pada akhir tahun lalu. Meski sudah bekerja sebagai stapam di Jakarta, korban pergi ke luar negeri karena iming-iming gaji besar.

Dikatakan, keluarga juga tidak mengetahui keberangkatan korban ke luar negeri bahkan tidak mengetahui secara spesifik jenis pekerjaan yang akan dijalani korban. Keluarga baru mendapatkan informasi dari korban setelah dua bulan hilang kontak. Saat itu, kekuarga diberi tahu bahwa korban tengah berada di Singapura, kerja di bidang ekspedisi.

Sebelum hilang kontak total, komunikasi antara korban dan keluarga sempat berpindah-pindah lokasi dari Singapura hingga akhirnya diketahui berada di Laos. Bahkan, korban sempat merayakan ulang tahunnya pada pertengahan Juli bersama rekan-rekannya di Laos sebelum akhirnya hilang kontak sepenuhnya pada akhir Juli.

Masih keterangan kekuarha, korban sempat berencana pulang ke tanah air dan menabung untuk bayar denda kontrak dengan angka yang cukup besar, sebesar Rp 50 juta rupiah. Kekuarga belum tahu persis, apakah ia menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau bukan.

Nahas, setelahnya justru keluarga kehilangan kontak dengan korban. Bahkan sebulan berselang, keluarga justru mendapat kabar tak menyenangkan. Saat ini keluarga klrban berharap jenazah segera dipulangkan dan dimakamkan secara layak.

Informasi ini juga sudah sampai ke Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan Toto Toharuddin. Bahkan pihaknya juga berkomunikasi dengan keluarga korban.

Melalui Kabid Yanto Chrisdianto, Disnakertrans Kabupaten Kuningan mengaku pihaknya sudah berkunjung langsung ke keluarga korban. Ia mengaku pihaknya masih mencari informasi bersama pihak Polres.

“Disnaker Kuningan membantu memfasilitasi ke pihak yang berkewenangan a,” jawabnya, Kamis (10/9/2026), saat ditanya apakah pemulangna korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Disnaker atau bukan.

Di akhir, Yanto juga wanti-wanti bagi yang mau bekerja keluar negri, agar menempuh prosedur resmi yang ketat di awal, tetapi kelak akan banyak kemudahan dan dijamin keselamatan di negri orang.

“Daripada mudah proses keberangkatan karena tergiur janji dan banyak penghasilan, tetapi pasti di kemudian hari akan menemukan banyak masalah dan penyesalan di negri orang,” pungkasnya. (eki)