KUNINGAN (MASS) – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Al Mukhlisin, Dusun 1 Buniaga, Desa Buniasih, Kecamatan Maleber, berlangsung khidmat dan nampak dipenuhi warga setempat, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mukhlisin, Muhammad Ishaq. Dalam sambutannya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri berjamaah.
Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh jamaah serta secara khusus mengucapkan selamat datang kepada para perantau yang kembali ke kampung halaman, khususnya warga Dusun 1 Buniaga, Desa Buniasih.
“Selamat datang kembali di kampung halaman tercinta. Semoga momen Idul Fitri ini menjadi ajang mempererat silaturahmi bersama keluarga,” ujarnya.
Selain itu, Muhammad Ishaq turut menyampaikan laporan pengelolaan zakat fitrah. Tercatat sebanyak 347 jiwa telah menunaikan zakat fitrah, dengan total penerimaan berupa beras 732,5 kilogram dan uang sebesar Rp1.890.000.
Adapun pendistribusiannya meliputi asnaf fakir miskin, amilin, dan sabilillah, serta sebagian disalurkan melalui UPZ Kecamatan Maleber dan Baznas Kabupaten Kuningan.
Selanjutnya, Ketua DKM Masjid Al Mukhlisin, Ustaz Abdul Ropik, menyampaikan tata cara pelaksanaan Shalat Idul Fitri kepada jamaah sebelum pelaksanaan dimulai.
Bertindak sebagai imam adalah Ustaz Abdul Ropik, sementara khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Ustaz Muhammad Faridl, dengan didampingi muroqqi, Casmat.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Jamaah yang hadir tidak hanya memenuhi ruang utama masjid, tetapi juga meluber hingga ke serambi, halaman, bahkan sampai ke pinggir jalan raya.
Salah satu warga Dusun 1 Buniaga, Ahmad Novaldi, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi masyarakat.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Shalat Id tahun ini benar-benar ramai, jamaah sampai penuh ke dalam masjid, serambi, bahkan sampai ke samping jalan raya,” ungkapnya.
Di dalam khutbah, khotib menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kembali kepada fitrah, setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan yang menjadi sarana pembersihan jiwa dan pembakaran dosa.
Selain itu, jamaah diingatkan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, serta pentingnya menumbuhkan sifat tawadhu (rendah hati) sebagai tanda keberhasilan dalam menjalani Ramadan.
Khotib juga menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperbaiki diri, menjaga ibadah, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan pelaksanaan yang berjalan lancar dan penuh kekhusyukan, kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. (eki)














