Wabup Tuti: Kader HMI Harus Kritis, Visioner, dan Berani Membawa Perubahan

KUNINGAN (MASS) – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani SH MKn, secara resmi membuka kegiatan Training Raya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan tingkat nasional tahun 2026 yang meliputi Latihan Kader II (LK II), Latihan Khusus Korps HMI-Wati (LKK), dan Senior Corse (SC), di BKPSDM Kuningan, Jumat (6/11/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Tuti menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kuningan yang belum dapat menghadiri kegiatan tersebut karena harus memenuhi kegiatan di Jakarta. Ia juga menyampaikan salam hangat dan doa dari Bupati kepada seluruh keluarga besar HMI.

Tuti mengapresiasi HMI Cabang Kuningan yang telah menyelenggarakan Training Raya sebagai bagian dari proses kaderisasi selama satu pekan. Menurutnya, tema yang diangkat memiliki pesan penting mengenai pembentukan kader yang transformatif, visioner, serta mampu memahami realitas kehidupan masyarakat.

Ia menggarisbawahi tiga hal utama dalam tema tersebut, yakni transformatif, visioner, dan berpijak pada realitas masyarakat.

“Kader yang transformatif adalah kader yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Kader yang visioner adalah kader yang sanggup membaca tanda-tanda zaman dan menyiapkan jawaban untuk masa depan. Namun, keduanya harus berangkat dari pemahaman terhadap kehidupan masyarakat yang sesungguhnya,” ungkap Tuti.

Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup dibangun melalui teori dan diskusi di ruang akademik. Lebih dari itu, kepemimpinan harus tumbuh dari keberanian untuk mendengarkan keluhan masyarakat, memahami kesulitan yang dihadapi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan.

Ia menegaskan intelektualitas seorang kader harus berjalan beriringan dengan kepekaan sosial. Ilmu pengetahuan harus melahirkan solusi, pemikiran harus memberikan manfaat, dan idealisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Kita membutuhkan generasi muda yang berani berpikir kritis terhadap tetap satu. Teguh memegang prinsip tetapi terbuka terhadap perbedaan,” tuturnya.

Menurutnya, HMI memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia dan telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Namun, sejarah tersebut harus terus dirawat melalui proses kaderisasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mengingatkan tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, ketimpangan sosial, persoalan lapangan kerja, krisis lingkungan, hingga derasnya arus informasi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab.

Karena itu, ia berharap Training Raya tidak sekadar menjadi ruang untuk menambah wawasan dan mengenal jenjang kaderisasi, tetapi juga menjadi tempat menguji gagasan, memperluas perspektif, membangun karakter, serta melatih kepemimpinan yang berintegritas.

“Seorang pemimpin yang hebat bukan hanya mampu meyakinkan orang lain melalui kata-kata, melainkan juga mampu membuktikan gagasannya melalui kerja nyata dan keteladanan,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan Kabupaten Kuningan, Tuti mengajak seluruh kader HMI untuk mengambil peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar, mulai dari sumber daya manusia, sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kekayaan alam dan budaya.

Di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti perluasan kesempatan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta penguatan kemandirian ekonomi daerah.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan itu. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

Tuti juga menyampaikan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik yang disampaikan berdasarkan argumentasi, data, dan semangat untuk memperbaiki keadaan.

Lebih lanjut, ia mengajak kader HMI untuk hadir langsung di tengah masyarakat dengan turun ke desa-desa, mendengarkan aspirasi petani, memahami persoalan pelaku UMKM, memperhatikan keresahan generasi muda, serta membangun dialog dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Menurutnya, pembangunan Kabupaten Kuningan harus berjalan maju tanpa meninggalkan nilai sosial dan budaya. Kemajuan tidak hanya diukur melalui angka statistik maupun pembangunan fisik, tetapi juga harus dirasakan melalui peningkatan kualitas hidup, terbukanya kesempatan bagi generasi muda, serta semakin kuatnya rasa keadilan di tengah masyarakat.

Di akhir sambutannya, Tuti berharap Training Raya HMI Cabang Kuningan dapat melahirkan kader-kader yang matang secara intelektual, kokoh secara spiritual, kuat dalam integritas, dan memiliki kepedulian sosial yang luas.

“Masa depan tidak cukup diserahkan kepada mereka yang hanya pandai meramalkan perubahan. Masa depan membutuhkan generasi yang berani memimpin perubahan, bekerja bersama masyarakat, dan memastikan bahwa kemajuan berjalan seiring dengan keadilan,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Kuningan secara resmi membuka Training Raya HMI Cabang Kuningan tingkat nasional tahun 2026 dengan mengucapkan basmalah.

“Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini saya buka Training Raya Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuningan,” tutupnya. (didin)