KUNINGAN (MASS) – Dalam laga futsal yang berlangsung di Gedung Olahraga Ewangga Kuningan pada Sabtu (30/8/2025) , mempertemukan antara SMPIT Miftahuttholibin dan SMPN 3 Kuningan, dukungan dari para suporter menjadi sorotan utama lantaran memiliki keunikan tersendiri.
Meski tim dari SMPIT Miftahuttholibin tersebut mengalami kekalahan, semangat dan kreativitas suporter SMPIT Miftahuttholibin tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka tampil dengan kostum unik yang mengundang perhatian banyak orang.
Kostum yang dikenakan oleh para suporter ini sangat mencolok. Beberapa dari mereka mengenakan jas rapih, menyerupai pejabat tapi bertopeng hewan, yang seolah satir tentang korupsi. Salah satu suporter siswa dari SMPIT Miftahuittholibin bernama Restu, menarik perhatian dengan jas rapihnya yang dipadukan dengan topeng tikus. Ia seolah ingin menunjukkan simbol yang menggambarkan “tikus-tikus kantor.” Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan kritik sosial yang tajam.
Sementara itu, Muhammad Aris, salah satu siswa yang juga menjadi suporter, tampil sebagai maskot sekolah dengan kostum yang tak kalah unik. Mereka bersorak sorai sambil sesekali berjoget mendukung tim kebanggaannya.
“Saya ingin memberikan dukungan penuh kepada tim dan menunjukkan bahwa kami bangga menjadi bagian dari SMPIT Miftahuttholibin,” ungkap Aris kala ditemui kuninganmass.com pasca laga usai.
Meskipun tim futsal SMPIT Miftahuttholibin harus menerima kekalahan dari SMPN 3 Kuningan dan gagal melaju ke babak selanjutnya, mereka tetap bangga atas usaha yang ditunjukkan oleh pemain. “Kami melihat teman-teman bermain dengan penuh semangat dan keterampilan. Itu yang terpenting,” ujar Restu.
Dukungan suporter yang kreatif ini menciptakan suasana meriah di lapangan. Mereka tidak hanya bersorak, tetapi juga menyanyikan lagu-lagu penyemangat yang membuat suasana semakin hidup.
Para suporter SMPIT Miftahuttholibin berharap bahwa kehadiran mereka dapat memotivasi tim untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. “Kalah menang mah biasa, yang terpenting adalah tetap berusaha dan tidak menyerah,” tambah Restu.
Kreativitas suporter ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menciptakan cara unik dalam mendukung tim mereka. Mereka menunjukkan bahwa dukungan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna. “Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun kalah, kami tetap bisa bersenang-senang dan berkreasi,” pungkas Restu. (raqib)
